Kamis, 20 September 2018

Siswa Korban Laka Laut Sapeken Ternyata Santri Akan Pengajian

Jum'at, 09 Maret 2018 11:31:46 WIB
Reporter : Temmy P.
Siswa Korban Laka Laut Sapeken Ternyata Santri Akan Pengajian

Sumenep (beritajatim.com) - Siswa yang menjadi korban kecelakaan laut perahu di perairan Pulau Saredeng Besar, Kecamatan Sapeken, Kabupaten Sumenep, ternyata merupakan santri yang akan mengikuti pengajian.

"Mereka merupakan santri Pondok Pesantren Abu Hurairah. Rata-rata setingkat MTs dan MA. Mereka berangkat dari Pulau Sapeken, akan ke Desa Tanjung Kiaok, Pulau Sepanjang untuk mengikuti pengajian," kata Kasubag Humas Polres Sumenep, AKP Abd. Mukit, Jumat (09/03/2018).

Perahu kayu 'Kota Baru' milik Sahrudin, warga Desa Sapeken, mengalami kecelakaan laut pada Kamis (08/03/2018). Perahu itu berangkat dari pinggir pantai Dusun Bukut, Desa Sapeken pada pukul 14.15 WIB.

Setelah menempuh perjalanan sekitar 2 mil atau 45 menit, tepatnya di sebelah barat Pulau Saredeng Besar, Desa Saseel, perahu miring ke kiri akibat cuaca buruk. Akibatnya, sebagian penumpang terutama yang duduk di sebelah kiti, jatuh tercebur ke laut.

"Penumpamg yang selamat sebagian besar yang duduk di sebelah kanan. Setelah laju perahu normal, juru mudi, penumpang yang selamat, dibantu nelayan langsung menolong penumpang yang jatuh ke laut," ujarnya.

Mukit memaparkan, berdasarkan data terbaru, jumlah penumpang perahu tersebut 33 orang, plus 1 juru mudi. Sehingga total orang di perahu sebanyak 34 orang (bukan 20 seperti berita sebelumnya: red). "Dari 33 penumpang, 27 diantaranya merupakan santri pondok pesantren, dan 4 lainnya merupakan ustad atau guru pendamping," paparnya. (tem/kun)

Komentar

?>