Minggu, 24 Juni 2018

Identitas Pemilik Motor Sport Diketahui, Diduga Korban Penculikan

Minggu, 25 Februari 2018 21:03:53 WIB
Reporter : M. Ismail
Identitas Pemilik Motor Sport Diketahui, Diduga Korban Penculikan
Ahmad Ihwanussabara (32), pemuda ganteng asal Dusun Pager Desa Sawotratap Gedangan

Sidoarjo (beritajatim.com) - Identitas pemilik motor Yamaha R15 Nopol W 4717 QL yang tersangkut kail anak-anak yang memancing ikan di saluran air Jalan Kolonel Sugiono Desa Ngingas Waru sudah diketahui.

Pemiliknya adalah Ahmad Ihwanussabara (32). Pemuda ganteng asal Dusun Pager Desa Sawotratap Gedangan yang sudah meninggal bulan November 2017 dan diduga menjadi korban penculikan dan pengeroyokan. Korban masuk rumah sakit beberapa kali dan akhirnya nyawanya tak terselamatkan dalam penanganan di Rumah Sakit Dr Soetomo Surabaya.

Versi keluarga almarhum, Korban diculik tiga orang tidak di kenal saat kerja, di Surabaya. 

Korban dimasukkan dalam mobil dan dihajar sampai luka parah, terutama bagian wajah korban. Batang hidung korban sampai rahang bagian bawah, sampai tembus ke lidah luka mengangah.

Gita keponakan korban bercerita, sebelum korban meninggal dunia, sempat bercerita kepada keluarganya. 

Awalnya sepulang kerja pada (30/7/17)  dicegat oleh orang tidak di kenal, dan korban di masukkan ke dalam mobil, saat di dalam mobil tersebut korban di pukul sampai pingsan. "Salah apa sampai di siksa kayak gitu, wajahnya di rusak, sampai tembus lidah. Motor yang ditemukan di saluran itu diduga dikendarai oleh penculiknya," kata Gita Minggu (25/2/2018).

Anak dari kakak almarhum Ihwan itu menambahkan, setelah disiksa secara keji oleh para pelaku, korban pun tak sadarkan diri. Dari tidak sadarnya itu, pelaku lalu membuang korban di saluran beserta motornya. "Pelaku mengira, kalau om saya sudah meninggal, sehingga dibuang di sungai," terang Gita.

Saat dalam kubangan air saluran, korban sadarkan diri. Kemudian korban merayap ke daratan saluran dan meronta-ronta minta tolong. 

Karena waktu itu dini hari, orang yang di mintai tolong pada takut, dan akhirnya ada warga yang bersedia mengantar sampai di rumah. 

"Saat tiba di rumah, Ihwan ketuk-ketuk pintu hingga keras. Saat dibuka Nenek Nur Romlah (73) ibu korban kagetnya bukan main. Begitu masuk rumah minta sarung, lalu masuk kamar. Karena lukanya yang parah, korban akhirnya dibawa ke RS Mitra Keluarga Waru,"  terangnya.

Untuk perawatan korban hingga sembuh, keluarga habis biaya banyak, sampai menjual rumah yang dikontrakkan. 

Korban sembuh lalu kumat lagi, sembuh kumat lagi masuk rumah sakit berulang-ulang. "Kalau kumat, semasa hidup dulu, korban selalu merasakan sesak yang dibagian dadanya hingga dipukuli oleh korban sendiri," kata keluarga lainnya.

Kapolsek Waru Kompol HM Fahtoni mengaku sudah mendengar kabar adanya warga pemilik motor dari media sosial (medsos). 

Namun, dia tidak bisa memastikan kebenarannya sampai mereka membawa bukti kepemilikan kendaraan. "Kami harus bergerak sesuai dengan fakta,” ujarnya.

Fathoni mengatakan, proses identifikasi motor baru bisa dilaksanakan hari ini. Sebab, alat pelacaknya ada di Samsat Sidoarjo. 

Nah, tempat pelayanan itu tutup pada akhir pekan. “Semoga yang di media sosial itu memang benar, dengan begitu masalahnya menjadi jelas,” terangnya berharap. (isa/ted)

Tag : kecelakaan

Komentar

?>