Kamis, 20 September 2018

Pencarian Korban Tenggelam Ponorogo Terkendala Sampah

Jum'at, 23 Februari 2018 02:34:39 WIB
Reporter : Pramita Kusumaningrum
Pencarian Korban Tenggelam Ponorogo Terkendala Sampah

Ponorogo (beritajatim.com) - Pencarian korban tenggelam, Sasmi (24) warga Desa Kwajon, Kecamatan Bungkal, Kabupaten Ponorogo masih terus berlanjut, Kamis (22/2/2018). Namun selama jam 07.00 sampai 15.00 WIB, Basarnas Trenggalek tidak membuahkan hasil.

"Kami memang menurunkan dua perahu karet. Tapi mendapati kesulitan sangat klasik. yakni karena sampah. Tiap kami menembus arus pasti terhalang sampah," kata Komandan Regu Basarnas di Ponorogo, Imam Nahwari, Kamis malam.

Dia mengatakan, saat ada sampah atau bambu yang roboh, pihaknya melakukan pembersihan dulu. Begitu bersih, baru dilakukan pencarian arus bawah.

"Ya harus dibersihkan sampahnya dulu. Itu yang memakan waktu cukup lama. Setelah klir baru kami lanjutkan pencarian," katanya.

Selain itu, lanjut dia, arus yang cukup deras juga menjadi penghalang. "Namun, hari ini tadi sudah dilakukan pencarian hingga 20 km. Yakni sampai ke DAM Jati Madiun," ujarnya.

Diberitakan sebelumnya, niat hati ingin menolong temannya yang tenggelam di sungai Mancaan, Dusun Mancaan, Kelurahan Paju, Kabupaten Ponorogo, seorang pemuda di Ponorogo tenggelam belum ditemukan.

Adalah Samsi (24), warga Desa Kwajon, Kecamatan Bungkal, Kabupaten Ponorogo. Kejadian ini berawal Samsi bersama tiga temannya, Wedi Wicaksono (19), Irul (25) dan Nur Safari (24), ketiganya warga Desa Wringin Anom, Kecamatan Sambit, Kabupaten Ponorogo.

Saat memancing, Wedi terlebih dahulu tenggelam, Samsi berusaha menolong. Namun, malah celaka dan tenggelam. [mit/suf]

Komentar

?>