Selasa, 19 Juni 2018

Deteksi Dini Polisi Sangat Penting Redam Penyerangan Tokoh Agama

Selasa, 20 Februari 2018 22:13:06 WIB
Reporter : Misti P.
Deteksi Dini Polisi Sangat Penting Redam Penyerangan Tokoh Agama

Mojokerto (beritajatim.com)--Anggota Komisi III DPR RI, Dossy Iskandar Prastyo menegaskan, jika pelaku penyerangan kiai pondok pesantren (ponpes) di Pondok Karangasem, Paciran, Lamongan merupakan orang dengan gangguan kejiwaan. Namun hal tersebut harus menjadi kewaspadaan semua pihak.

"Pertama kalau itu memang terjadi kita prihatin, tapi yang jelas di kejadian Lamongan dan Tuban itu, kita sudah ke sana dan pelakunya mengalami gangguan kejiwaan. Kita berharap, teman-teman pers membantu," ungkapnya usai melakukan kunjungan kerja di Polres Mojokerto, Selasa (20/2/2018).

Dossy berharap, jangan dikonstruksi secara sosial lewat media massa ada perencanaan yang sistematis terhadap tokoh agama.

Menurutnya, hal tersebut insya Allah tidak ada. Dossy mengakui saat ini para ulama dan santri resah dengan kejadian tersebut, karena pemberitaan yang di-blow up benar terjadi.

"Tapi demikian sebagai sebuah informasi harus waspadai, kita minta Kapolda dan Panglima berkoordinasi dengan Gubernur sebagai kepala daerah di Jawa Timur agar kondusifitas yang terjadi jalinan ulama, tokoh agama dan Forkopimda dapat terjalin dengan baik dan tidak gampang menerima informasi sesat," katanya.

Hal tersebut, menurutnya, bahaya, yakni orang gila dijadikan instrumen untuk menyerang tokoh agama.

Dossy menambahkan, perencanaan negatif tidak berhasil maka memakai cara lain. Namun apapun informasi itu benar atau tidak, sebagai deteksi dini, terutama pihak kepolisian, harus mewaspadai.

"Berdasarkan data yang kita miliki, video dari para kiainya langsung, itu tidak ada. Termasuk Lamongan dan Tuban setelah dilakukan crosscek tidak, ini jangan sampai dipandang iya dan di daerah lain didorong untuk supaya iya, padahal tidak. Ini harus menjadi deteksi dini, benar tidaknya informasi itu," tegasnya.[tin/air]

Komentar

?>