Rabu, 24 Oktober 2018

Marak Kekerasan, PWNU Jatim Minta Umat Jangan Terprovokasi

Senin, 19 Februari 2018 22:31:25 WIB
Reporter : Rahardi Soekarno J.
Marak Kekerasan, PWNU Jatim Minta Umat Jangan Terprovokasi

Surabaya (beritajatim.com) - Serangkaian peristiwa terkait keagamaan kerap terjadi. Setelah penganiayaan ulama, penyerangan tempat ibadah di beberapa tempat oleh orang tak dikenal, kini kejadian mulai bergerak di Jawa Timur, seperti di Tuban, Lamongan dan Kediri pada malam ini. 

Sehubungan dengan masih terjadinya tindak kekerasan atas tokoh agama dan rumah ibadat tersebut, Ketua PWNU Jatim KH M Hasan Mutawakkil Alallah mendesak agar kepolisian bersungguh-sungguh mengusut tuntas siapa dan apa di balik semua insiden penyerangan berantai tersebut.

"Apakah ini kriminal murni atau ada gerakan by design atas semua peristiwa yang terjadi belakangan ini," kata Kiai Mutawakkil, Senin (19/2/2018) malam. 

Pengasuh Pesantren Zainul Hasan Genggong Probolinggo tersebut menyerahkan permasalahan ini kepada aparat kepolisian sebagai pemegang otoritas keamanan dan ketertiban masyarakat. 

"Sebagai umat beragama di tengah banyaknya informasi dan opini yang berseliweran terutama di media sosial, hendaknya kembali pada tuntunan agama untuk senantiasa melakukan tabayyun," ujar kiai murah senyum ini.

Pada saat yang sama, Kiai Mutawakkil meminta masyarakat dan nahdliyyin tetap tenang, waspada, tidak terprovokasi, serta tidak perlu mengambil tindakan sendiri yang malah menimbulkan keresahan dan merusak harmoni kehidupan sosial di Jatim yang sudah berjalan baik.

Bagaimanapun juga, polisi dan NU mempunyai visi dan tujuan sama yaitu, menciptakan rasa aman, ketertiban, dan harmonis di tengah masyarakat dalam membingkai NKRI yang berdasarkan Pancasila.

"Ini demi terwujudnya cita-cita nasional dari para pendiri bangsa yakni terciptanya masyarakat yang adil, makmur, sentosa, selalu dalam lindungan dan mendapatkan rahmat Allah," tuturnya.

Di akhir penjelasannya, Kiai Mutawakkil mengajak menjaga lingkungan sekitar. "Hindari saling menebar kebencian, adu domba dan fitnah antar golongan atau antar umat beragama yang justru merusak sendi kehidupan beragama, bermasyarakat dan bernegara, terutama di tahun politik 2018 dan 2019," pungkasnya. (tok/ted) 

Tag : penyerangan

Komentar

?>