Senin, 19 Februari 2018
Dibutuhkan Wartawan Kriminal di Surabaya, Usia Maks 27 Tahun, S1, Punya Pengalaman, Kirim lamaran ke beritajatim@gmail.com

Warga Terdampak PT Merak Jaya Beton Kediri Luruk Polsek Gampengrejo

Rabu, 14 Februari 2018 16:05:05 WIB
Reporter : Nanang Masyhari
Warga Terdampak PT Merak Jaya Beton Kediri Luruk Polsek Gampengrejo

Kediri (beritajatim.com) -- Warga Desa Ngebrak, Kecamatan Gampengrejo Kabupaten Kediri bergejolak kembali. Mereka mempersoalkan lahirnya perpanjangan izin sewa lahan kas desa setempat kepada perusahaan bahan baku cor PT Merak Jaya Beton yang dianggap sepihak.

Ada puluhan warga yang datang ke Polsek Gampengrejo. Kedatangan warga untuk menindaklanjuti kesepakatan bersama antara kelompok warga terdampak kebocoran tangki semen perusahaan yang mengatasnamakan Insan Cendikia dengan PT Merak Jaya Beton yang pernah dibuat, pada Oktober 2017 lalu. 

Dalam perjanjian tersebut, kedua belah pihak sepakat mengakhiri konflik dan mempersilahkan pabrik beropeasi hingga batas akhir kontrak 1 Februari 2018. 

Dari puluhan orang warga, hanya tujuh orang perwakilan yang diizinkan masuk ke ruang Kapolsek Gampengrejo, AKP Musklason. "Kami datang kesini untuk menindak lanjuti surat perjanjin sewa menyewa. Kemarin ada sosialisasi perpanjangan izin dan akan dibuka, maka kita mendahului agar tidak terjadi konflik," kata Samsul Munir, koordinator warga, Rabu (14/2/2018). 

Dijelaskan Munir, dalam kesepakatan 12 Oktober 2017 lalu, di poin ketiga menyebutkan bahwa dalam memperpanjang izin sewa harus melibatkan warga. Tetapi, Pemerintah Desa Ngebrak justru mengambil kebijakan sepihak.

"Kemarin ada undangan rapat perpanjangan kontrak sewa menyewa antara Pemerintah Desa Ngebrak dengan PT Merak Jaya Beton. Karena bunyi undangan tersebut adalah rapat, warga datang untuk menghadiri. Harapan kami, didalam perpanjangan kontrak tersebut hanya berupa draf saja, tetapi saat kami datang disitu sudah diteken perpanjangan kontrak sampai 2020 oleh Kepala Desa Ngebrak Saeroji," beber Munir.

Warga sangat kecewa terhadap Saeroji. Menurutnya tindakan tersebut telah mencederai. Itu sebabnya, warga bersepakat untuk menempuh jalur hukum. Mereka akan melapor secara pindana maupun gugatan perdata. Sebelum langkah hukum ini ditempuh, warga sengaja datang ke Mapolsek Gampengrejo agar situasi tetap kondusif dan kepolisian dapat mencegah beroperasinya PT Merak Jaya Beton.

"Sebelum ada ketitik jelasan, kami mohon kapolsek disini melarang agar tidak beroperasinya PT Merak Jaya Beton. Tetapi kapolsek mengaku, masih ingin melakukan pemanggilan terhadap pihak-pihak terkait, seperti kepala desa dan dari PT Merak Jaya Beton," katanya sedikit kecewa.

Kapolsek Gampengrejo, AKP Muskhlason mengatakan, menampung aspirasi masyarakat Desa Ngebrak terkait dengan perpanjangan izin sewa lahan desa kepada PT Merak Jaya Beton. Dalam menindaklanjuti aspirasi warga ini, pihaknya akan segera melakukan pemanggilan-pemanggilan untuk mendapatkan informasi. 

"Langkah kami yaitu, melakukan pemanggilan untuk mencari informasi dari pihak pihak manapun. Akan kami seleksi. Batas kita untuk mengamankan hal ini. Tidak serta menerta menentukan persoalan hukumnya. Kecuali ada yang melapor kesini," jawab Mukhlason. 

Terpisah, Kepala Desa Ngebrak, Saeroji mengakui, telah memperpanjang izin sewa lahan kepada PT Merak Jaya Beton selama dua tahun hingga 2020 mendatang. Menurutnya, perpanjang izin tersebut tidak perlu melibatkan warga karena menjadi wewenang dari Kepala Desa. Pihaknya mengaku, juga tidak pernah membuat pernyataan yang mengharuskan pelibatan warga dalam perpanjang izin. 

"Kepala desa tidak pernah membuat pernyataan dengan warga. Termasuk di Polsek Gampengrejo. Silahkan dilihat lagi. Kemarin itu kita jelaskan, kalau memang dianggap salah, silahkan gugat ke pengadilan, nanti akan diuji," tantang Saeroji.

Saeroji menambahkan, pertimbangan desa dalam memperpanjang izin sewa lahan tersebut adalah dari hasil konsultasi secara hukum, bahwa memang tidak ada masalah. "Kalau dinyatakan itu polusi, polusi tidak bisa dibuktikan, karena dari Lingkungan Hidup tidak ada pelanggaran. Kalau ada alasan dari warga macem-macem, itu alasan politik," beber Saeroji. 

Untuk diketahui, Surat Perjanjian Sewa Menyewa Tanah Kas Desa Ngebrak dengan PT Merak Jaya Beton (Hengky Kurniawan Halim) dilakukan pada 8 Februari 2018. Tanah kas Desa Ngebrak yang disewakan kepada PT Merak Jaya Beton seluas 6.000 meter persegi. 

Proses penyewaan tanah kas ini berlangsung selama dua tahun terhitung sejak 8 Februari 2018 hingga 8 Februari 2020. Untuk besar sewa menyewanya sebesar Rp 17.500.000 per tahun. (nng/ted)

Tag : demo kediri

Komentar

?>