Kamis, 13 Desember 2018
Dibutuhkan Wartawan untuk wilayah Nganjuk Syarat: 1.Pendidikan S1 (semua jurusan) 2. Usia Maksimal 28 Tahun 3. Memiliki SIM C 4. Punya Pengalaman Jurnalistik 5. Punya Pengalaman Organisasi Kirim Lamaran dan CV ke beritajatim@gmail.com

Penyerangan Tokoh Agama dan Tempat Ibadah, Ini Komentar Din Syamsudin

Selasa, 13 Februari 2018 13:51:22 WIB
Reporter : Nyuciek Asih
Penyerangan Tokoh Agama dan Tempat Ibadah, Ini Komentar Din Syamsudin
Din Syamsudin tokoh agama yang juga utusan Khusus Presiden untuk Dialog dan Kerjasama Antaragama dan Peradaban

Surabaya (beritajatim.com) - Din Syamsudin tokoh agama yang juga utusan Khusus Presiden untuk Dialog dan Kerjasama Antaragama dan Peradaban memberikan komentar atas berbagai insiden teror terhadap tokoh maupun simbul keagamaan dalam dua pekan terakhir.

Din yang menghadiri acara peresmian masjid Arif Nurul Huda di Polda Jatim ini mengecam keras terhadap tindak kekerasan, baik terhadap tokoh maupun simbol agama.

"Itu semua tidak bisa diterorir, Saya berkesimpulan tindakan ini tersusun secara sistemik dan sistematis karena terjadi secara bersmaan dan secara beruntun dan ingin mengadu domba antar umat beragama. Kalau provokasi ini dibiarkan maka benturan antar umat beragana dan mengagganggu stabilitas keamanan," ujar Din.

Lalu siapa pelaku teror ini? Din mengaku tidak mengetahui namun pelaku tapi tidak berdiari sendiri.

Untuk itu Din berharap pada aparat penegak hukum dalam hal ini Polri segera mengusut dan mengungkap dengan tuntas siapa dan apa dibalik ini semua. Kalau tidak ini akan memunculkan prasangka-prasangka antar tokoh.

"Saya menghimbau pada umat beragama untuk tetap tenang dan tidak mudah terprovokasi," ujarnya.

Perlu diketahui, dalam dua pekan terakhir sudah terjadi lima kali penyerangan terhadap tokoh maupun simbul keagamaan.

Kejadian pertama menimpa pimpinan Pondok Pesantren Al Hidayah Cicalengka, Kabupaten Bandung, KH Umar Basri (Mama Santiong) yang diserang usai salat subuh pada 27 Januari 2018 lalu.

 Selang beberapa hari kemudian, Komando Brigade PP Persis Ustaz Prawoto juga dianiaya pada 1 Februari lalu di Bandung. Nahas, Ustas Prawoto akhirnya meninggal dunia. 

Sedangkan di Tangerang Biksu Mulyanto Nurhalim asal Desa Babat, Tangerang, Banten menghadapi persekusi warga. Pada Sabtu lalu (10/2/2018), Nurhalim dipaksa menandatangani surat perjanjian supaya tak menggelar kegiatan peribadatan di desanya sendiri. 

Kemudian penyerangan di Gereja St Lidwina, Gamping, Sleman, Yogyakarta. Pelaku bernama Suliyono asal Banyuwangi, menyerang para jemaah dan pastor gereja dengan pedang. 

Yang paling baru adalah sekelompok orang yang mengamuk dan menyerang masjid di Tuban pada Selasa (13/2/2018) dini hari.

Akibatnya, kaca dari pintu dan juga jendela di masjid Baiturrohim pecah berantakan. Infomasi yang dihimpun beritajatim.com menyebutkan, penyerangan masjid jami' itu terjadi sekitar pukul 02.30 WIB. 

Pelaku membawa mobil pribadi yang terdapat sebanyak enam orang termasuk dua anak kecil. [uci/ted]

Tag : penyerangan

Komentar

?>