Sabtu, 24 Februari 2018

Pengakuan Tetangga Suliono: Dia Kerap Mengajak Debat Tokoh Agama

Senin, 12 Februari 2018 19:45:57 WIB
Reporter : Rindi Suwito
Pengakuan Tetangga Suliono: Dia Kerap Mengajak Debat Tokoh Agama

Banyuwangi (beritajatim.com) - Ketua Badan Musyawarah Antar Gereja (BAMAG) Banyuwangi Pendeta Anang Sugeng, menjelaskan perihal sikap Suliono, pelaku tindak kekerasan di Gereja St Lidwina Bedog, Sleman - Yogyakarta. Pasalnya, pendeta yang juga pengasuh gereja di Desa Kandangan dan Sarongan, Kecamatan Pesanggaran ini memang bertetangga dekat dengan pelaku.

“Jarak rumah saya dengan rumah pelaku kekerasan di Sleman itu sekitar 200 meter. Memang mulai dari lulus SMP, memang ada kelainan. Kelainannya itu dia tidak seperti umat Islam pada umumnya," kata Pendeta Anang Sugeng, saat di Kantor Pemkab Banyuwangi, Senin (12/2/2018).

Pihaknya juga mengungkapkan peringai Suliono saat berada di rumahnya. Ia sering kali mengajak debat para pemuka agama, maupun tokoh agama islam di daerahnya.

"Memang sejak SMP itu dia anaknya itu pandai, bahkan kerap rangking di sekolahnya. Tapi setelah SMP itu dia pergi ke Sulawesi kemudian berubah sikap dan setiap kali pulang dia kerap mengajak debat tokoh agama. Sehingga dia tidak memiliki teman dan tidak betah kemudian pergi lagi," ungkapnya.

Sementara itu, lanjut Anang, mengenai keluarganya, Suliono terlahir dari keluarga yang kurang mampu. Orang tuanya tergolong sederhana di mata tetangga.

"Kalau dilihat itu, sebenarnya ayahnya itu tidak mampu. Kalau kemana-mana itu ayahnya itu ngonthel, namanya Pak Mistaji itu selalu ngonthel," ujarnya.

Meski demikian, Anang Sugeng yakin kejadian itu tidak mengganggu harmoni antar umat beragama di daerahnya.

"Kami di Desa Kandangan hidup rukun antar umat. Tidak ada pertentangan sedikit pun. Kita berkomitmen bersama untuk terus menjaga kerukunan ini,” pungkasnya. [rin/but]

Komentar

?>