Sabtu, 20 Oktober 2018

Pemuda Katolik Jatim Minta Polisi Usut Penyerangan Gereja di Sleman

Senin, 12 Februari 2018 19:13:24 WIB
Reporter : Fahrizal Tito
Pemuda Katolik Jatim Minta Polisi Usut Penyerangan Gereja di Sleman

Surabaya (beritajatim.com) - Pemuda Katolik Jawa Timur mengecam keras tindakan yang dilakukan oknum tidak bertanggung jawab pada saat misa di Gereja Katolik Santa Lidwina, Bedog, Sleman, Jogjakarta, Minggu (11/2/2018) pagi.

Ketua Komisariat Daerah Pemuda Katolik Jawa Timur, Agatha Retnosari mengatakan, tindakan kekerasan dalam bentuk apapun tidak bisa dibenarkan. Terlebih dilakukan pada saat umat Katolik sedang menjalankan ibadah keagamannya.

"Kami juga mendesak pihak berwenang dalam hal ini kepolisian untuk segera turun melakukan penyelidikan dan penyidikan secara mendalam. Agar peristiwa seperti ini kembali terjadi," ujar Agatha.

Ia juga mendorong agar negara turut hadir dan menegakkan peraturan yang ada, serta mengingatkan semua pihak bahwa kebebasan menjalankan ibadah sesuai agama dan kepercayaan adalah dilindungi dalam UUD 1945 sebagai konstitusi NKRI.

"Salah satu langkah yang harus dilakukan adalah bagaimana memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang pentingnya toleransi, keberagaman dan kebersamaan," terang Agatha.

Sedangkan, tambahnya, untuk semua pihak yang cinta NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika, agar tetap bergandengan tangan dan bekerjasama untuk melawan tindakan intoleransi dan radikalisme.

Sementara itu, Pastor Yos Bintoro, PR yang bertugas di Jogjakarta menghimbau umat agar tetap tenang serta tidak takut terhadap ancaman radikalisme dan terorisme.

Menurut Pastor Yos, umat tidak perlu panik apalagi sampai melakukan langkah-langkah yang kontraproduktif.

Seperti diketahui, pada Minggu (11/2/2018), sekitar 07.30 WIB terjadi penyerangan terhadap jemaat Gereja Santa Lidwina dan Pastor Prier, SJ saat memimpin misa.

Pelaku penyerangan adalah Suliyono, warga Banyuwangi. Ia melukai beberapa umat yang sedang mengikuti misa dan Pastor Prier, SJ yang sedang memimpin misa. Saat ini pelaku, sedang dalam pemeriksaan pihak kepolisian setempat. [ito/but]

Komentar

?>