Sabtu, 24 Februari 2018

Profil Singkat Pelaku Penyerangan Gereja di Sleman

Minggu, 11 Februari 2018 19:14:22 WIB
Reporter : Rindi Suwito
Profil Singkat Pelaku Penyerangan Gereja di Sleman
Orang tua Suliono, pria kelahiran Banyuwangi yang menyerang gereja di Sleman

Banyuwangi (beritajatim.com) - Pria pelaku penyerangan Gereja Santa Lidwina Bedog, Desa Trihanggo, Kecamatan Gamping, Sleman - Jogjakarta adalah warga Banyuwangi. Dia bernama lengkap Suliono, lahir di Banyuwangi 16 September 1995.

Alamat di Dusun Krajan, RT 02/RW 01, Desa Kandangan, Kecamatan Pesanggaran. Pemuda ini adalah anak ketiga dari 4 saudara, pasangan Mistaji dan Edi Susiah.

Suliono kecil, sempat sekolah di Taman Pendidikan Alqur'an Baitussalam. Ia mengawali pendidikan di SDN Kandangan 5 dan kemudian melanjutkan di jenjang berikutnya di SMPN 1 Pesanggaran.

"Dari kecil itu dia anaknya baik, sampai SMP juga baik-baik. Bahkan setiap ada acara keagamaan selalu menjadi qori' (pembaca Al-qur'an) karena suaranya bagus," kata Ketua Majelis Ta'mir Masjid (MTM) di Desa Kandangan dan Desa Sarongan, Mubarok, Minggu (11/2/2018).

Perubahan sikap mulai terlihat, kala pemuda ini menjajaki pendidikan di tingkat SMA. "Setelah SMP ini mulai ada perubahan, tapi ini menurut cerita kakaknya tidak ke tetanggannya, dia sangat anti dengan paham NU (Nahdlatul Ulama). Ini sejak dia SMP kelas 3," ungkapnya.

Meski demikian, Suliono masih sempat ikut pendidikan keislamannya di Pondok Pesantren Ibnu Shina, Dusun Jalen, Desa Setail, Kecamatan Genteng. Ponpes ini notabene berpaham NU, karena hingga saat ini
diasuh langsung oleh Ketua PCNU Banyuwangi, KH. Masykur Ali.

"Disana hanya betah 6 bulan, kemudian ia ikut kakaknya di Morowali, Sulawesi Tengah," ucapnya.

Tapi lagi-lagi, dirinya tak sepaham dengan kedua kakaknya. Pasalnya, Totok Atmojo dan Mohamad Sarkoni memang berpaham NU.

"Sedangkan, Suliono ini berseberangan dengan paham kakaknya. Akhirnya merantaulah ke Palu dan sekolah SMA di sana. Tapi ini saya belum tahu di sana di SMA mana, karena kakaknya dihubungi belum bisa," katanya.

Lebih lanjut, kata Mubarok, dirinya sempat bertemu dengan Suliono saat berada di Palu. "Ngertinya, 2013 lalu pas saya ke Palu, sempat ketemu dengan Suliono. Bertemu, dia menyalahkan saya kalau paham yang saya anut itu salah," pungkasnya.

Hingga akhirnya, terdengar kabar Suliono telah melanjutkan pendidikan di Magelang. Tepatnya di Yayasan Pondok Pesantren Berpayaman II, Padepokan Topo Lelono Pangeran Krincing Pesantren Sirojul Mukhlasin
dan Umahatul Mukminin.

Terakhir pada Minggu (11/2/2018), kakak dari Solikin ini, melakukan penyerangan terhadap jemaat di Gereja Santa Lidwina Bedog, Desa Trihanggo, Kecamatan Gamping, Sleman - Jogjakarta. Dalam serangannya,
diketahui dirinya membawa sebilah pedang dan melukai sejumlah jemaat termasuk Romo gereja tersebut. [rin/suf]

Komentar

?>