Rabu, 23 Mei 2018

Mobil Sosialisasi Aksi 212 Resmi Diluncurkan di Jember

Jum'at, 26 Januari 2018 15:24:41 WIB
Reporter : Oryza A. Wirawan
Mobil Sosialisasi Aksi 212 Resmi Diluncurkan di Jember

Jember (beritajatim.com) - Kelompok Aksi 212 resmi meluncurkan mobil sosialisasi dan kampanye di Pondok Pesantren Ash-Shidiqi Putri, Kabupaten Jember, Jawa Timur, Jumat (26/1/2018). Peresmian ditandai dengan acara tasyakuran dan pemberian bantuan kepada 20 orang tukang becak.

Kustiono Musri, juru bicara Aksi 212, mengatakan, ada tiga mobil yang sudah ditempeli atribut 'Aksi 212'. "Total yang antre untuk di-branding ada lebih dari sebelas mobil," katanya. Mobil-mobil tersebut pinjaman dari sejumlah warga Jember dari berbagai kecamatan yang bersimpati dengan Aksi 212.

Aksi 212 adalah aksi massa yang akan digelar pada 21 Februari 2018 dan diprakarsai sejumlah ulama dan kalangan pondok pesantren. Salah satu tokoh utama Aksi 212 adalah KH Saiful Rijal atau Gus Saif, pengasuh Ponpes Ash-Shiddiqi Putri dan keponakan Rois Aam PBNU 1984-1991 KH Ahmad Shiddiq.

Aksi ini digagas karena keprihatinan kalangan ulama terhadap kondisi Jember selama dua tahun pemerintahan Bipati Faida. Mereka menilai Jember mengalami kemunduran. "Mobil branding ini untuk sosialisasi bahwa kami pada 21 Februari 2018 akan menggelar aksi damai di Pendapa Wahyawibawagraha dan DPRD Jember. Kami meminta kepada DPRD agar mengadakan hak angket," kata Kustiono.

Kustiono mengatakan Aksi 212 ini berbeda dengan Aksi 212 di Jakarta beberapa waktu lalu. "Ini tidak ada kaitannya dengan 212 di Jakarta. Kebetulan saja kami melakukan aksi pada 21 Februari. Kenapa tanggal 21? Karena itu bertepatan dengan dua tahun pemerintahan Bupati Faida," katanya.

Bupati Faida dilantik oleh gubernur pada 17 Februari 2016. "Semestinya kami melakukan aksi pada 17 Februari. Tapi karena setelah melihat kalender, tanggal 17 adalah hari Sabtu, kami undur pada hari efektif (hari kerja), karena tidak mungkin aksi pada akhir pekan," kata Kustiono.

Sosialisasi Aksi 212 difokuskan ke kalangan pesantren. "Karena menurut kami, selama dua tahun pemerintahan Bupati Faida, kepedulian kepada pesantren tidak seperti yang dijanjikan," kata Kustiono. [wir/but]

Tag : aksi 212

Komentar

?>