Selasa, 22 Mei 2018

Tersangka Perusakan Situs Majapahit Terancam 15 Tahun Penjara

Senin, 22 Januari 2018 22:48:13 WIB
Reporter : Misti P.
Tersangka Perusakan Situs Majapahit Terancam 15 Tahun Penjara

Mojokerto (beritajatim.com) - Tersangka kasus perusakan struktur batu bata kuno di Dusun Bendo, Desa Kumitir, Kecamatan Jatirejo, Kabupaten Mojokerto, Fendi Andriyanto (24) terancam 15 tahun penjara. Ini sesuai Pasal 105 dan 102 UU RI tentang Cagar Budaya Peringkat Nasional.

Kasi Perlindungan Pengembangan dan Pemanfaatan, BPCB Jatim di Trowulan, Edhi Widodo mengatakan, tersangka merupakan penyewa tanah lahan milik Tuminah di Dusun Bendo, Desa Kumitir, Kecamatan Jatirejo, Kabupaten Mojokerto yang juga warga sekitar.

"Kabupaten Mojokerto ditetapkan sebagai masuk wilayah cagar budaya peringkat nasional berdasarkan Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 260/M/2013 tanggal 30 Desember 2013," ungkapnya, Senin (22/1/2018).

Sehingga tersangka dijerat Pasal 105 dan Pasal 102 UU RI Nomor 11 Tahun 2010 tentang Cagar Budaya Peringkat Nasional. Tersangka terbukti merusak dan menggiling bata kuno tersebut untuk urug jalan agar tidak becek ke lokasi lahan tersebut dan pemadatan lapangan volly.

"Tersangka terancam minimal 1 tahun dan maksimal 15 tahun penjara atau denda paling sedikit Rp500 juta atau paling banyak Rp5 miliar. Kasus pengrusakan cagar budaya tersebut merupakan yang pertama yang dilakukan penyelidikan PPNS BPCB Jatim di Trowulan," ujarnya.

Karena sebelumnya, lanjut Edhi, sesuai UU Nomor 5 Tahun 1992, yang menangani kasus penrusakan cagar budaya yakni Polri dan didampingi PPNS BPCB. Namun setelah ada UU baru yakni UU Nomor 11 Tahun 2010 yang menanggani PPNS yang didampingi polmas Polri. [tin/suf]

Komentar

?>