Selasa, 20 Nopember 2018

Kelompok Aksi 212 di Jember Dirikan Posko

Minggu, 21 Januari 2018 16:44:24 WIB
Reporter : Oryza A. Wirawan
Kelompok Aksi 212 di Jember Dirikan Posko
kata KH Saiful Rijal. [Foto: Wirawan/bj.com]

Jember (beritajatim.com)--Kelompok Aksi 212 akan mendirikan posko di 31 kecamatan di Kabupaten Jember, Jawa Timur.

Posko ini untuk menggalang solidaritas dan dukungan terhadap aksi yang akan digelar pada 21 Februari 2018 tersebut.

"Kereta sudah berjalan. Tidak bisa dihentikan," kata KH Saiful Rijal, salah satu penggagas Aksi 212 yang juga pengasuh Pondok Pesantren Ash-Shiddiqi Putri dan keponakan Rois Aam PBNU 1984-1991 KH Ahmad Shiddiq.

Aksi 212 yang diprakarsai kalangan kiai dan pesantren ini digelar sebagai bentuk kekecewaan terhadap dua tahun pemerintahan Bupati Faida.

Sebagian besar penggagas dan pemrakarsa aksi ini adalah pendukung Bupati Faida dan Wakil Bupati Abdul Muqit Arief saat Pemilihan Kepala Daerah Jember 2015.

Bahkan, sebagian anggota Ikatan Alumni Pondok Pesantren Annuqayah, Guluk-Guluk, Madura, tempat Muqit menjadi santri, juga akan bergabung dalam aksi tersebut.

Mereka melihat selama dua tahun pemerintahan Jember tidak sebagaimana diharapkan. Belum disahkannya APBD 2018, belum ditandatanganinya surat tugas untuk guru tidak tetap, sehingga mereka tidak menerima honor dari Bantuan Operasional Sekolah, hingga dipangkasnya jumlah guru ngaji penerima insentif karena perubahan persyaratan di tengah tahun anggaran memantik kekecewaan kiai dan tokoh masyarakat.

Tanggal 21 Februari nanti, mereka akan menggelar istighotsah di depan Pendapa Wahyawibawagraha dan menuju gedung DPRD Jember.

Para kiai dan tokoh ini akan meminta para wakil rakyat agar mengambil langkah konstitusional untuk menyelesaikan persoalan pemerintahan di Jember.

"Saya mau bikin posko yang membuat dukungan mosi tidak percaya (terhadap bupati)," kata Gus Saif, panggilan akrab Saiful Rijal.

Warga bisa datang ke posko tersebut untuk ikut menandatangani mosi tersebut. "Saya juga road show ke pengasuh-pengasuh pesantren di Jember," kata Gus Saif. Ia menjelaskan kondisi Jember saat ini kepada kalangan pesantren dan hal-ihwal Aksi 212.

Setiap malam, Gus Saif membuka diri berdiskusi dengan siapa pun di bawah pohon di depan Masjid Baitul Amin yang berseberangan dengan Pendapa Wahyawibawagraha. "Begitu terus sampai Hari-H. Silakan siapa saja yang mau bergabung," katanya.

Gus Saif tak ambil pusing dengan kelompok lain yang tidak setuju dengan Aksi 212 yang digagasnya bersama sejumlah kiai tersebut.

"Saya masa berbenturan dengan itu? Siapa pun yang mau membela bupati, saya tidak peduli. Saya bukan tidak suka dengan personal (bupati). Kami hanya melawan kebijakan dan kinerjanya saja. Meluruskan. Kalau ada yang merasa terusik, ya itu hak mereka," katanya. [wir/air]

Tag : aksi 212

Komentar

?>