Kamis, 24 Mei 2018

Perahu Tenggelam: Korban Hilang Sempat Berpegangan Bambu

Sabtu, 20 Januari 2018 22:25:32 WIB
Reporter : Temmy P.
Perahu Tenggelam: Korban Hilang Sempat Berpegangan Bambu

Sumenep (beritajatim.com) - Muhammad (30), warga Desa Candi, Kecamatan Dungkek, Kabupaten Sumenep, salah satu korban hilang dalam tenggelamnya perahu di perairan Dusun Muara, Desa Lapa Daya, Kecamatan Dungkek, ternyata sempat berenang dengan berpegangan pada bambu.

"Saat perahu miring akibat ombak besar dan angin kencang, Muhammad tiba-tiba terpental dan tercebur laut. Nardi yang masih ada di perahu, mencoba mencari Muhammad dengan berenang berpegangan pada ember kecil," kata Kasubag Humas Polres Sumenep, AKP Mukit, Sabtu (20/01/2018).

Nardi akhirnya menemukan Muhammad berenang menggunakan bambu. Namun saat itu Muhammad tiba-tiba mengalami sesak nafas. Nardi berusaha menggiring Muhammad ke pinggir pantai Giliyang.

"Namun kondisi ombak saat itu memang besar. Saat Nardi menoleh, Muhammad sudah lepas dari bambu yang digunakan berenang. Kemungkinan karena dihantam ombak," paparnya.

Nardi kemudian berenang menuju ke pinggir Pantai Giliyang, Desa Banraas. Kemudian bersama Suki, Sarbani, Darso, Durahman, dan Bunawi, ditolong oleh perahu porsein, dibawa ke pinggir pantai. "Namun saat itu Bunawi sudah dalam keadaan meninggal. Sedangkan Muhammad hilang ditelan ombak. Demikian juga dengan Bahrawi, pemilik perahu, ikut menjadi korban hilang," ungkap Mukit.

Perahu tersebut memuat delapan nelayan. Masing-masing bernama Nardi, Darso, Suki, Sarbani, Bunawi, semuanya warga Desa Jadung, Kecamatan Dungkek. Kemudian Durahman dan Muhammad, warga desa Candi Kecamatan Dungkek. Selain itu, Bahrawi, pemilik perahu, juga ikut melaut.

Dari delapan nelayan itu, dua hilang, satu meninggal, dan lima selamat. Korban meninggal atas nama Bunawi (55), warga Desa Jadung. Sedangkan dua nelayan yang hilang masing-masing bernama Muhammad (30), warga Desa Candi, dan Bahrawi (50), pemilik perahu asal Kecamatan Dungkek. (tem/ted)

Komentar

?>