Kamis, 24 Mei 2018

Sumur Ajaib Bojonegoro, Didatangi 500 Orang Tiap Hari

Jum'at, 19 Januari 2018 19:43:37 WIB
Reporter : Tulus Adarrma
Sumur Ajaib Bojonegoro, Didatangi 500 Orang Tiap Hari

Bojonegoro (beritajatim.com) - Pengunjung di sumur tiban yang ada di tengah sawah Dusun Ngembet, Desa Jati Blimbing, Kecamatan Dander, Kabupaten Bojonegoro, mencapai 500 orang per hari. Pengunjung yang datang percaya bahwa air sumur tersebut bisa menyembuhkan penyakit yang dideritanya.

Sumur tiban yang baru ditemukan sekitar bulan September 2017 lalu itu mulai terus dikunjungi orang-orang yang hendak berobat. Para pengunjung rela antre untuk mendapat air sumur yang diberi nama Air Suci Mustiko Sari. Setiap pengunjung mendapat jatah dua botol kaleng. Pengunjung juga bisa langsung meminum air tersebut.

"Tapi jika yang minta ini sakit parah, saya mandikan. Dengan diguyur tiga timba air," ujar Mujianto kepada jurnalis beritajatim.com di sela menuangkan air sumur ajaib ke dalam botol pengunjung, Jumat (19/1/2018).

Pengunjung bahkan saat ini tidak hanya berasal dari Kabupaten Bojonegoro. Namun, juga banyak dari orang luar daerah. Seperti siang tadi, pengunjung dari Gunung Kidul, Yogyakarta, Hartanto. Dia menderita komplikasi sesak nafas, gula darah, asam lambung dan kolesterol. "Baru pertama kesini, karena lihat dari tivi," jelasnya.

Dia mengaku sudah bertahun-tahun sakit dan berobat kemana-mana. Namun belum ada perkembangan bagi kesehatannya. Oleh Mujianto, dia juga dimandikan dengan tiga kali guyuran Air Suci Mustiko Sari. "Semoga saja cocok dan bisa lekas sembuh," harapnya.

Pengunjung lain, Paidi (52) asal Sidodadi, Kecamatan Sukosewu, Kabupaten Bojonegoro. Selama tiga minggu terakhir dia sudah empat kali datang. Kali pertama bahkan dia harus dibopong karena sakit komplikasi Diabetes dan Kolesterol. Sehingga tidak bisa jalan. "Sekarang sudah bisa jalan sendiri, juga sudah mulai terasa enteng," ungkapnya.

Sumur tiban yang ditemukan sekitar bulan Agustus 2017 lalu itu mulai banyak perubahan. Akses ke lokasi kini juga sudah banyak berubah. Penunjuk arah mulai dipasang di jalan raya Bojonegoro - Temayang turut Desa Ngraseh. Tempat parkir yang dengan memanfaatkan latar rumah dan jalur pematang sawah yang mulai diberi batu pedel agar tidak licin saat usai hujan.

Sumur tiban itu awalnya datang melalui mimpi (wangsit) dapat cupu (tempat air) yang dialami oleh Sukiran (70) warga asal Desa Gempol, Kecamatan Dander yang tak lain adalah mertua Mujianto. Sukiran menceritakan bahwa sumur ajaib itu sebenarnya kembar. Namun satu lagi kini masih dicarikan tempat untuk dibor.

Keunikannya, sumur ajaib tersebut kata dia, jika dilihat ke dalam sumur maka airnya akan surut dengan sendirinya. Namun, ketika ditinggal airnya akan kembali lagi seperti semula. Sumur tersebut digali dengan kedalaman 10 meter.

"Awalnya sering puasa, dan mendapat wangsit cupu disuruh mencarikan tempat (sumur). Orang itu dari air bisa disembuhkan juga dari air. Sebelum menyembuhkan, saya juga minta ijin pasien," ujar pria yang juga sebagai paranormal sejak lama itu. [lus/but]

Tag : ajaib

Komentar

?>