Selasa, 17 Juli 2018

Kapolres Beberkan Kronologi Anak Kecil Mabuk Diinterogasi Anggota

Minggu, 14 Januari 2018 15:43:20 WIB
Reporter : Tulus Adarrma
Kapolres Beberkan Kronologi Anak Kecil Mabuk Diinterogasi Anggota

Bojonegoro (beritajatim.com) - Kepolisian Resort Bojonegoro (Polres) Bojonegoro telah memeriksa sejumlah anggota Polsek Margomulyo terkait beredarnya video amatir seorang anak berinisial BM (12), asal Kecamatan Margomulyo sedang mabuk dan diinterogasi anggota polisi.

Peristiwa tersebut terjadi pada Jumat (5/1/2018) sekira pukul 23.00 WIB dan menyebar melalui media sosial pada Selasa (9/1/2018) malam. Kapolres memerintahkan Kasi Propam dan anggota Sie Propam untuk memeriksa sejumlah anggota terkait beredarnya video dan kronologi pembullyan di Polsek Margomulyo itu.

Dari hasil pemeriksaan itu, diketahui kronologi secara gamblang perihal video yang beredar dan kejadiannya memang di Mapolsek Margomulyo pada Jumat (5/1/2018) malam. Kejadian tersebut bermula saat anggota Polsek Margomulyo Bripka Dela Reza sedang piket bersama Aiptu Sujono dan Brigadir Sigit.

Pada pukul 23.00 WIB, Bripka Dela Reza berpatroli di sekitar wilayah hukum Polsek Margomulyo bersama PHL Cacuk Margunadi. Sesampai di Dusun Pluntu, Desa Sumberejo, Kecamatan Margomulyo, Bripka Dela Reza yang sedang berpatroli bersama Cacuk balik kanan bermaksud untuk meneruskan patroli malamnya.

Sesampainya di Dusun Bungkul, Desa Sumberejo, mereka melihat sebuah sepeda motor terbakar di tepi jalan. Bripka Dela berhenti dan berusaha memadamkan sepeda motor yang terbakar tersebut. Dia juga dibantu PHL Cacuk dan beberapa warg setempat.

"Melihat BM sedang menangis, Bripka Dela kemudian mendekati anak tersebut untuk sekedar menanyai perihal kenapa dia menangis dan sepeda motor miliknya terbakar," terang Kapolres dalam rilisnya, Minggu (14/1/2018).

Setelah didekati, Bripka Dela mencium bau alkohol dari mulut BM yang sedang menangis. Khawatir terjadi sesuatu, Bripka Dela kemudian membawa BM ke Mapolsek Margomulyo. Sesampainya di Polsek Margomulyo, BM yang sedang mabuk langsung berceloteh ngelantur tidak karuan dan tidak bisa dikontrol.

Dalam pembicaraannya tersebut, BM bercerita mengenai perilakunya yang sebelumnya suka mencuri, namun saat ini sudah tidak mencuri lagi. Pada saat bersamaan Bripka Dela Reza menanggapi pembicaraan BM yang ngelantur karena sedang dipengaruhi minuman beralkohol. Sementara PHL Cacuk memegang HP miliknya dan merekam pembicaraan keduanya.

Selain Bripka Dela Reza dan anggota jaga lainnya serta PHL Cacuk, pada saat terjadi pembicaraan tersebut terdapat juga warga sipil bernama Joko yang menyaksikan. "Namun Bripka Dela Reza awalnya tidak mengetahui kalau PHL Cacuk sedang merekam pembicaraan tersebut, setelah mengetahui telah direkam, Bripka Dela Reza kemudian menyuruh PHL Cacuk berhenti merekam," lanjut Kapolres.

Sekitar 20 menit berada di Mapolsek Margomulyo, BM yang masih dalam keadaan mabuk, namun sudah berhenti berbicara ngelantur. Kemudian Bripka Dela Reza dan PHL Cacuk mengantarkan BM ke rumahnya yang diketahui memiliki orang tua asuh bernama SBY warga Dusun Piji Desa Sumberejo, Kecamatan Margomulyo.

Sedangkan dari hasil pemeriksaan PHL Cacuk dia membenarkan bahwa video yang beredar merupakan hasil rekamannya ketika saat berada di Mapolsek Margomulyo dengan menggunakan HP android miliknya. Dalam merekam pembicaraan antara Bripka Dela Reza dengan BM tersebut, PHL Cacuk juga tidak memiliki motif apapun selain iseng. Itu karena PHL Cacuk telah mengetahui karakter BM sebelumnya.

"PHL Cacuk telah membenarkan semua itu perbuatan dia, bukan dari anggota Polsek Margomulyo yang merekam dan menyebarluaskan. Cacuk menyebarkan melalui whatsapp," tegas Kapolres.

Setelah memeriksa anggota Polsek Margomulyo yang pada saat kejadian tersebut, Kapolres Bojonegoro AKBP Wahyu Sri Bintoro meminta maaf ke masyarakat yang merasa resah dengan adanya video itu. Kapolres juga menegaskan jika ada kesalahan prosedur anggota jaga Polsek Margomulyo pada saat kejadian tersebut akan melakukan tindakan tegas.

"Jika ada anggota yang melakukan pelanggaran akan dilakukan tindakan tegas, baik pelanggaran kode etik maupun pelanggaran disiplin," ucap Kapolres. [lus/suf]

Tag : viral

Komentar

?>