Selasa, 25 September 2018
Dibutuhakn Wartawan Kriminal untuk ditempatkan di Surabaya Kirim Lamaran ke beritajatim@gmail.com

P3A Minta Aparat Tindak Tegas Pelaku Bullying Kepada Anak

Minggu, 14 Januari 2018 14:39:36 WIB
Reporter : Tulus Adarrma
P3A Minta Aparat Tindak Tegas Pelaku Bullying Kepada Anak

Bojonegoro (beritajatim.com) - Tindakan bullying akan berakibat buruk terhadap perkembangan mental anak. Pihak Pusat Perlindungan Perempuan dan Anak (P3A) Kabupaten Bojonegoro meminta agar pelaku bullying ditindak secara tegas. Hal itu menanggapi adanya peredaran video berdurasi 2.50 menit yang diduga merupakan tindakan bullying terhadap anak yang dilakukan oleh aparat kepolisian.

Divisi Advokasi P3A Pemkab Bojonegoro, Ummuh Hanik menanggapi beredarnya video anak yang sedang diinterogasi di Mapolsek Margomulyo menegaskan, model interogasi tersebut termasuk tindakan bullying. "Aparat mengintrogasi tidak menggunakan cara bahasa anak akan membuatnya ketakutan. Itu merupakan bullying," ujarnya, Minggu (14/1/2018).

Sejauh apapun kesalahan anak, kata Ummuh, tidak seharusnya aparat kepolisian melakukan tindak seperti itu. Seharusnya, lanjutnya, sebagai penegak hukum harus tahu terlebih dulu latar belakang anak jika melakukan kesalahan. Sehingga mengetahui betul kebutuhan dalam penanganannya. "Aparat tidak boleh sewenang-wenang menangani anak," tegasnya.

Kesalahan anak tersebut, menurut Ummuh, bisa jadi merupakan bentuk pelampiasan anak untuk mencari perhatian orang dewasa. Karena kebutuhan kasih sayang yang diberikan orang tua kurang. Sebagai bentuk mencari perhatian ini, biasanya anak tidak mempedulikan hal buruk maupun baik.

"Itu bisa jadi merupakan bentuk mencari perhatian anak. Tapi mereka belum mengetahui bagaimana cara yang baik atau buruk. Seharusnya orang dewasa yang sadar," terangnya.

Tindakan bullying tersebut, lanjut Ummuh, termasuk melanggar hak anak. Pihaknya akan berkoordinasi dengan Pemerintah Kecamatan Margomulyo untuk menangani kasus itu. Juga kepada Dinas Sosial untuk mendapat solusi terbaik. "Akan melakukan koordinasi dengan pihak kecamatan untuk membina anak tersebut," jelasnya.

P3A juga sedang mendampingi anak yang terlibat kasus pencurian di Kelurahan Sumbang, Kabupaten Bojonegoro. Dari hasil pendampingan tersebut, anak yang dimassa saat mencuri itu ternyata kekurangan kasih sayang dari orang tua. Juga mengidap gangguan mental, sehingga tidak bisa menahan diri untuk mencuri.

"Ternyata anak ini mengidap penyakit gangguan mental kleptomania (suka mencuri). Karena broken home, ditinggal ibunya sejak usia tiga tahun. Sekarang akan disekolahkan di Pondok Pesantren Sugihwaras," pungkasnya.

Sekadar diketahui belakangan video amatir berdurasi 2.50 menit sedang ramai di Kabupaten Bojonegoro. Video tersebut berisi tentang anak kecil yang sedang menangis dan ditanyai seseorang di Markas Kepolisian Sektor (Mapolsek) Margomulyo. Anak kecil tersebut diduga sedang mabuk.

Namun yang menjadikan viral dan beredar luas, diduga yang melakukan interogasi tersebut dari anggota kepolisian setempat. Dalam video itu, anak lelaki tersebut mengaku tidak pernah mencuri. Bahkan dia mengaku sudah bekerja. Mencangkul di sawah juga ngangkut kayu balok. [lus/suf]

Tag : viral

Komentar

?>