Minggu, 21 Januari 2018

Tanggul Jebol, Persawahan di 8 Desa Tak Teraliri

Jum'at, 12 Januari 2018 20:11:28 WIB
Reporter : Misti P.
Tanggul Jebol, Persawahan di 8 Desa Tak Teraliri

Mojokerto (beritajatim.com) - Tingginya curah hujan di wilayah Kecamatan Jatirejo menyebabkan tanggul Sungai Sekender di Desa Beloh, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto jebol. Akibatnya, persawahan di delapan desa yang ada di Kecamatan Trowulan tak teraliri. Selain itu, banjir juga mengancam 55 Kepala Keluarga (KK).

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mojokerto, Moch Zaini mengatakan, Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD bersama dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Mojokerto sudah ke lokasi, Jumat (12/1/2018).

"Kami sudah melakukan assesment ke lokasi mulai dari aliran air DAM Candilimo di Jatirejo sampai ke Sungai Sekender di Desa Beloh, Kecamatan Trowulan. Memang terdapat tanggul rusak atau jebol di Sungai Sekender  di bagian hulu bsm 1 hilir bsm 5," ungkapnya.

Masih kata Zaini, lokasi jebolnya tanggul berupa tanah tersebut merupakan masuk wilayah DPU Bina Marga Provinsi Jawa Timur. Jebolnya tanggul tersebut, jelas Zaini, karena curah hujan dengan intensitas tinggi di wilayah Jatirejo dan debit air di Sungai Kletek meningkat.

"Aliran Sungai Kletek menuju Sungai Sekender di Desa Beloh, Kecamatan Trowulan. Akibatnya tanggul yang masih berupa tanah jebol dengan ukuran panjang 35 meter, lebar 15 meter kedalaman 2,5 meter sehingga berdampak kekeringan di delapan desa," ujarnya.

Karena persawahan milik para petani yang biasanya mengandalkan air dari Sungai Sekender tidak teraliri air. Delapan desa terdampak tersebut yakni Desa Beloh, Trowulan, Kejagan, Tawangsari, Bicak, Wonorejo, Balongwono dan Jati Pasar di Kecamatan Trowulan.

"Total sekitar 626 hektar ladang dan persawahan milik para petani tidak bisa teraliri air Sungai Sekender. Tak hanya itu, jika tidak segera diperbaiki maka akan mengancam rumah warga Dusun Kraton, Desa Temon. Tercatat ada 55 KK dapat terdampak banjir apabila tidak segera diperbaiki," jelasnya. [tin/suf]

Berita Terkait

    Komentar

    ?>