Kamis, 21 Juni 2018

PT EPAS Terduga Perusakan Lereng Gunung Kelud

Selasa, 02 Januari 2018 07:29:19 WIB
Reporter : Nanang Masyhari
PT EPAS Terduga Perusakan Lereng Gunung Kelud

Kediri (beritajatim.com) - PT Empat Pilar Anugerah Sejahtera (EPAS) Kediri diduga sebagai pelaku perusak lahan Perkebunan Ngrangkah Sepawon di Desa Damarwulan, Kecamatan Puncu, Kabupaten Kediri. Ini diketahui dari laporan PT Perusahaan Nasional (PTPN) XII ke Polres Kediri.

"Terlapor adalah perusahaan PT EPAS dari Kediri. Sementara pelapornya adalah PT PN XII. Laporan tersebut tentang perusakan pohon di GHU PT PN XII Ngrangkah Sepawon," ujar Kasat Reskrim Polres Kediri, AKP Hanif Fatih Wicaksono.

PT EPAS merupakan perusahaan yang bergerak di bidang pertambangan pasir. Perusahaan ini berkedudukan di Ruko Stadion Brawijaya, Blok A7, Kota Kediri. Mereka mengklaim telah memiliki izin pertambangan di kawasan perkebunan yang kini dipersoalkan karena ada penebangan terhadap 763 pohon.

"Kami masih inventarisir luas dari perusakan itu. Dari hasil olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) yang sudah kami lakukan, lokasinya berada di sepanjang aliran lahar. Tetapi, kami melihat pohon-pohon itu hanya sekedar dipotong saja, karena masih utuh di lokasi," imbuh Kasat.

Satreskrim Polres Kediri terus melakukan serangkaian pemeriksaan terhadap kasus ini. Ada enam saksi yang sudah dimintai keterangan, diantaranya dari BBWS dan ESDM. Ke depan, kata Kasat, pihaknya juga akan mengklarifikasi terlapor yaitu, PT EPAS.

Terpisah, Heri Kristianto, selaku kuasa hukum PT EPAS mengaku, sudah mengetahui laporan PT PN XII terhadap perusahaan kliennya. Terkait laporan tersebut, pihaknya berusaha menempuh upaya mediasi.

"Untuk hal tersebut sudah dalam tahap mediasi. Yang jelas kita utamakan komunikasi dan koordinasi," jawabnya singkat.

Diberitakan sebelumnya, lahan di Lereng Gunung Kelud tepatnya di kawasan perkebunan PT PN XII Ngrangkah Sepawon, di Dusun Damar Wulan, Kecamatan Puncu, Kabupaten Kediri rusak akibat penebangan liar. Tercatat ada 763 batang pohon berbagai jenis yang telah dipotong tanpa menghiraukan dampaknya.

Diantara pohon-pohon yang ditebang, ada jenis pohon berusia ratusan tahun, ada pula pohon reboisasi dalam program penanam 1 juta pohon. Akibat perusakan ini, warga sekitar khawatir terancam kehilangan sumber mata air. Mereka juga khawatir penerangan listrik yang bersumber dari kincir air bakal terputus akibat pasokan air turun. [nng/suf]

Komentar

?>