Jum'at, 17 Agustus 2018

Perusakan Lereng Gunung Kelud, PTPN XII Lapor Polisi

Sabtu, 30 Desember 2017 16:07:07 WIB
Reporter : Nanang Masyhari
Perusakan Lereng Gunung Kelud, PTPN XII Lapor Polisi
Kondisi hutan di kawasan Gunung Kelud dibabat pembalak liar. [Foto: Nanang/bj.com]

Kediri (beritajatim.com)-- Perusakan lahan Perkebunan Ngrangkah Sepawon di Desa Damar Wulan, Kecamatan Puncu, Kabupaten Kediri dengan cara menebang ratusan pohon secara liar berbuntut panjang.

PT PN XII akhirnya melapor ke Polres Kediri. Kasat Reskrim Polres Kediri, AKP Hanif Fatih Wicaksono mengakui telah menerima laporan dari PT PN XII. Bahkan, pihaknya telah mendatangi lokasi perusakan untuk melakukan pengecekan.

"Kalau pembalakan, kami rasa kurang tepat, karena kalau pembalakan berada di kawasan hutan. Sedangkan penebangan pohon di situ berada di kawasan HGU PTPN XII Sepawon. Kemarin dari pihak PT PN Sepawon lapor. Terkait perusakan kurang lebih 700-an pohon," kata Hanif di Mapolres Kediri, Sabtu (30/12/2017).

Dari hasil olah TKP, polisi menemukan batang pohon yang telah roboh di dekat pangkal pohon yang sudah dipotong, akibat penebangan.

"Kami masih menginventarisir jumlah pohon yang ditebang. Tetapi kami pastikan batang pohonnya masih utuh di lokasi," imbuh Hanif.

Dalam menindaklanjuti laporan PT PN XII, Polres Kediri telah memeriksan sejumlah saksi. Sedikitnya ada enam saksi dari pihak terlapor dan instansi terkait seperti BBWS dan ESDM.

"Saksi yang sudah kita minta keterangan kurang lebih 6 orang. Kami kaji, kami lakukan pulbaket (pengumpulan bahan keterangan) bagaimana terjadinya perusakan kayu tersebut," pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, pembalakan hutan secara liar di Lereng Gunung Kelud, tepatnya di kawasan perkebunan PT PN XII Ngrangkah Sepawon, di Dusun Damar Wulan, Kecamatan Puncu, Kabupaten Kediri ini sudah berlangsung selama beberapa bulan terakhir ini. Bahkan, pohon yang telah ditebang oleh pelaku mencapai 763 batang.

Data ini didapat oleh LSM Gerakan Masyarakat Perangi Korupsi (GMPK) Kediri melalui pengumpulan dan rekaman di lokasi. Dari seluruh pohon yang telah dirobohkan itu, terdiri dari berbagai jenis dan ukuran, bahkan termasuk pohon-pohon besar yang sudah berusia ratusan tahun. [nng/air]

Berita Terkait

    Komentar

    ?>