Selasa, 11 Desember 2018
Dibutuhkan Wartawan untuk wilayah Nganjuk Syarat: 1.Pendidikan S1 (semua jurusan) 2. Usia Maksimal 28 Tahun 3. Memiliki SIM C 4. Punya Pengalaman Jurnalistik 5. Punya Pengalaman Organisasi Kirim Lamaran dan CV ke beritajatim@gmail.com

Penghuni Liponsos Sidoarjo Gantung Diri di Ruang Isolasi

Rabu, 27 Desember 2017 07:23:28 WIB
Reporter : M. Ismail
Penghuni Liponsos Sidoarjo Gantung Diri di Ruang Isolasi

Sidoarjo (beritajatim.com) - Petugas kantor di Lingkungan Pondok Sosial (Liponsos) Sidoarjo Jl Kutuk Barat Gang Sekolahan Kelurahan Sidokare, dikejutkan dengan aksi nekat gantung diri yang dilakukan oleh Sumarto (52) warga Nongko Jajar Pasuruan, Selasa (26/12/2017).

Sumarto mengakhiri hidupnya dengan cara tragis itu di ruangan isolasi, lehernya terikat tali tambang warna biru yang diikatkan di kayu jendela. Korban meninggal dengan posisi berdiri dan berpakaian lengkap. Memakai kaos kuning kombinasi hitam celana levis seperempat dan memakai sandal jepit warna merah.

Korban meninggal pertama kali diketahui Ach. Afwan Anam (25) penjaga Liponsos. Sebelum diketahui meninggal, saat saksi kontrol pertama, melihat korban masih berada di dalam ruangan isolasi anjal (anak jalanan) sedang duduk di samping penghuni Liponsos lain bernama Ridwan (81) yang juga dalam kondisi sakit diabetes.

Saat saksi berkeliling kontrol kali kedua di jam berbeda, tubuh korban diketahui sudah menggantung dan meninggal dunia di ruangan berukuran 4X5 meter tersebut. Saksi Afwan kemudian melaporkan kejadian ke Lukman Hidayat petugas jaga lainnya.

"Waktu saya keliling kontrol beberapa ruangan pertama kali, korban masih terlihat duduk-duduk di samping Ridwan penghuni lain yang kondisi sakit. Saat mengontrol kedua, saya kaget melihat tubuh korban sudah menggantung," kata Afwan kepada petugas.

Petugas pendamping Liponsos, Yessi menambahkan, dirinya mengaku kaget dan tidak menyangka, Cak To sapaan akrap orang yang dirawatnya setiap hari ini meninggal dengan cara gantung diri.

"Cak To kesehariannya baik-baik saja mas. Kalau pagi, biasa membantu petugas untuk mencabuti rumput, kadang ngepel lantai sampai bersihin kaca dan menyapu lantai musala," tutur wanita 26 tahun lulusan Sarjana Hukum di Universitas Bhayangkara Surabaya itu.

Sementara itu, Kapolsek Sidoarjo Kota, Kompol Rochsulullah mengatakan, pihaknya mendapatkan laporan dari petugas Liponsos jika salah satu penghuninya meninggal dengan cara gantung diri.

"Setelah melakukan olah TKP, bahwa memang benar adanya korban meninggal dunia dengan cara gantung diri. Dengan barang bukti seutas tali tampar yang masih menempel di leher korban dan sebuah kursi warna biru," terangnya.

Lanjut Rochsul, setelah proses olah TKP oleh piket identifikasi dari Polresta Sidoarjo dibantu petugas piket reskrim serta SPKT Polsekta Sidoarjo, pihaknya langsung mengevakuasi jenazah dengan mobil ambulans ke RSUD Sidoarjo untuk dilakukan visum dan proses lebih lanjut.

Sumarto merupakan penghuni di kantor Liponsos sudah 8 bulan lamanya. Dirinya tercatat sebagai penghuni secara resmi pada 3 Februari 2017. Korban menjadi penghuni di Liponsos lantaran menjadi korban kecelakaan dan tidak punya uang untuk membayar biaya medis. Sehingga pihak RSUD menitipkan korban ke Liponsos Sidoarjo untuk membantu merawatnya.

Setelah merasa sehat, beberapa bulan yang lalu, korban sempat berinisiatif untuk pulang dan kembali berkumpul bersama keluarganya. Namun, pihak keluarga sudah tidak menerima kehadiran Sumarto. Oleh sebab itu, dirinya berniat kembali tinggal di Kantor Liponsos. [isa/suf]

Tag : gantung diri

Komentar

?>