Kamis, 22 Februari 2018
Dibutuhkan Wartawan Kriminal di Surabaya, Usia Maks 27 Tahun, S1, Punya Pengalaman, Kirim lamaran ke beritajatim@gmail.com

Bus Wisata Rombongan SDN Wangkal Terbakar

Pembina SDN Wangkal: Orang Tua Tak Perlu Panik, Semua Selamat

Rabu, 20 Desember 2017 16:26:22 WIB
Reporter : M. Ismail
Pembina SDN Wangkal: Orang Tua Tak Perlu Panik, Semua Selamat

Sidoarjo (beritajatim.com) - Para orang tua siswa rombongan SDN Wangkal Kecamatan Krembung yang busnya PO Frizha W 7885U Y terbakar di Jalan Raya Solo-Jogjakarta tepatnya di Desa Tempel Kecamatan Gatak, tidak perlu risau.

Pasalnya, semua penumpang dalam bus itu selamat dan bisa keluar dari bus sebelum bus terbakar di pinggir jalan. "Semua penumpang selamat dan tidak ada korban jiwa dalam kecelakaan ini," kata M Irfan, Pembina SDN Wangkal memastikan, Rabu (20/12/2017).

Irfan menceritakan, rombongan dari Sidoarjo, hendak menuju Jogjakarta. Berangkat Selasa malam pukul 21.00 WIB dalam rangka study tour. Perjalanan mulanya biasa saja. Sesampai di Desa Tempel Gatak, tiba-tiba bagian belakang bus mengeluarkan percikan api.

Anak-anak yang berada di dalam bus juga merasakan bau asap terbakar. Kemudian, sopir bus diberitahu dan langsung menepikan bus untuk parkir di tepi jalan.

"Setelah dilihat dari spion ternyata benar belakang bus ada asap dan api, sopir langsung parkir meminta semua penumpang keluar. Setelah semua penumpang turun, api langsung membara membakar bodi bus," terang Irfan.

Begitu api tambah membara, sopir beserta warga setempat dan rombongan berusaha memadamkan api, namun api semakin membesar dan menghanguskan seluruh bodi bus. "Dalam laka ini, korban jiwa nihil. Hanya tas, uang dan handpone turut terbakar didalam bus," tukasnya.

Terpisah, Kepala Desa Wangkal, Sutris menyatakan berdasarkan informasi yang di dapat dari ketua rombongan, semuanya selamat dan tidak ada korban jiwa. Hanya barang-barang bawaan penumpang yang bisa diselamatkan.

"Kami masih terus melakukan koordinasi, melalui komunikasi handpone celular. Mereka saat ini sudah menaiki bus lain dan kini menempuh perjalanan menuju pulang. Tetapi mereka makan dulu di Sragen perbatasan antara Jawa Timur-Jawa Tengah. Kemungkinan,petang nanti baru tiba di desa," papar Sutris. (isa/kun)

Komentar

?>