Selasa, 16 Oktober 2018

Asyiknya Perjalanan ke Pacitan Pasca Bencana, Seperti Apa?

Sabtu, 16 Desember 2017 00:00:27 WIB
Reporter : Pramita Kusumaningrum
Asyiknya Perjalanan ke Pacitan Pasca Bencana, Seperti Apa?

Pacitan (beritajatim.com) - Pacitan memiliki banyak destinasi wisata alam yang menarik. Satu di antaranya adalah Pantai Kasap. Pantai ini menarik perhatian banyak orang karena disebut-sebut mirip dengan Pantai Raja Ampat.

Ya, Anda tidak perlu tak perlu jauh-jauh ke Papua Barat untuk menikmati alam seperti raja ampat. Cukup datang ke sini, sudah dapat menikmati pemandangan ke Raja Ampat versi Pacitan.

Beritajatim.com mengunjungi pantai ini pada Jumat (15/12/2017) pagi. Ini merupakan perjalanan kali kedua ke pantai tersebut. Perjalanan pertama berlangsung pada April lalu, sebelum bencana alam menerjang Pacitan.

Sekadar diketahui, Kabupaten Pacitan dilanda bencana alam pada Selasa (28/11/2017) dini hari. Kala itu akses menuju kota kelahiran presiden ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) lumpuh. Tidak ada transportasi yang bisa menuju Pacitan kecuali helikopter.

Akses transportasi yang lumpuh itu berlangsung sekitar tiga hari. Setelah itu perjalanan kembali normal seperti biasa meski sisa longsor dan banjir masih bisa dilihat di sisi kanan dan kiri jalan.

Sama seperti perjalanan di April lalu, kali ini perjalanan juga dimulai dari Kabupaten Ponorogo, daerah yang langsung berbatasan dengan Kabupaten Pacitan. Perjalanan juga ditempuh dengan jalur darat.

Begitu tiba di Jalan Raya Ponorogo-Pacitan km 29, pengendara harus bergantian jalan atau di sini berlaku sistem buka tutup. Ini karena jalan hilang separuh digerus air bah dari aliran Sungai Grindulu.

Tidak sampai di situ, jalan menuju pantai Raja Ampatnya Pacitan yang berada di Desa Watukarung, Kecatmatan Pringkuku, juga ada beberapa jalan yang diterjang longsor kecil. Tapi, lagi-lagi tidak membahayakan.

Sesampainya di Desa Watukarung, aroma air pantai pun sudah bisa tercium. Tapi sayang, jembatan congkel menuju Pantai Kasap juga rusak karena dampak siklon Cempaka. Jembatan tidak setegak dulu, tapi masih bisa dilintasi.

Perjalanan selama tiga jam terbayar. Bagaimana tidak, Pantai Kasap menyuguhkan dua tempat asyik sekaligus. Bagi yang suka hot spot pantai, bisa menikmati pantainya. Ombaknya ganas, cocok bagi yang suka ombak. Karena pantai Kasap berada di jalur pantai selatan, yang memang mempunyai karakter ombak ganas.

Airnya juga sangat biru dan masih bening. Tidak ada sampah sama sekali di sepanjang lokasi pantai. Perpaduan yang pas untuk ombak dan air.

"Paduan yang pas ombaknya ganas. Airnya juga bening. Saya beberapa kali berkunjung ke pantai selatan, ini paling bagus versi saya," kata Aditya Nugorho, salahh satu penikmat pantai.

Sayang perpaduan yang pas ini tidak dimanfaatkan. Karena seharusnya bisa untuk menyelam tapi belum ada fasilitas tersebut.

Sementara, tidak hanya pantai saja yang menjadi daya tarik. Tapi di lokasi Pantai Kasap juga ada bukit untuk spot foto pengunjung. Tepat di sisi sebelah barat.

Orang sekitar, menyebutnya bukit cinta. Karena memang biasanya yang mampu ke bukit hanya muda-mudi saja. "Spot prewed, spot foto orang pacaran juga," kata Katinem, salah satu pemilik warung.

Katinem menjelaskan, orang yang ke Pantai Kasap jika tidak ke bukit cinta sama saja tidak ke Pantai Kasap. Pasalnya spot bagus dan terlihat seperti Raja Ampat ada di bukit tersebut.

Hanya saja, lanjut dia, ke bukit memang harus keluar energi banyak. Karena jalannya menanjak dan jauh sampai puncaknya. "Tapi kalau sudah sampai atas, luar biasa. Pantainya semua kelihatan. Indah banget," ujar Katinem.

Penjelasan Katinem tidak hanya isapan jempol. Karena salah satu pengungjung, Sekar Ayu, mengatakan hal yang sama. "Ini tadi dari atas. Sumpah kayak Raja Ampat. Kayak ada pulau-pulaunya. Langitnya indah, airnya juga kelihatan bening banget," katanya.

Sekar mengaku tidak rugi datang dari Surabaya. Karena sesuai dengan keingina dirinya. Pantainya indah, apalagi untuk foto.

Sementara, Kepala Desa Watukarung, Wiwid Pheni Dwiantani, mengaku, siklon Cempaka yang menerjang Indonesia juga menerjang Pacitan. Desanya yang menjadi salah satu tujuan wisatawan pun terkena. Namun dia menyakinkan, bagi wisatawan yang ingin menikmati natal dan tahun baru, tetap bisa.

"Pasca bencana pun, semua sudah kami bereskan. Termasuk jembatan dan fasilitas lain. Silakan menikmati perjalanan ke Pacitan. Tentunya asyik," pungkasnya. [mit/suf]

Komentar

?>