Sabtu, 20 Januari 2018

Tanpa Helm dan SIM, Pelajar Balongpanggang Tewas Kecelakaan

Rabu, 13 Desember 2017 19:29:24 WIB
Reporter : Deni Ali Setiono
Tanpa Helm dan SIM, Pelajar Balongpanggang Tewas Kecelakaan

Gresik (beritajatim.com) - Seorang pelajar meregang nyawa saat berboncengan dengan rekannya dalam kecelakaan lalu-lintas di Jalan Raya Desa Kedungrukem, Kecamatan Benjeng, Gresik. Korban yang meninggal dunia adalah Salma Sholikatun Nisa (15), seorang pelajar asal Desa Balongpanggang, Kecamatan Balongpanggang, Gresik.

Korban yang mengendarai sepeda motor Honda Beat nopol W 3926 KG berboncengan dengan rekannya Aprelia Anggraeni (17) asal Desa Wotansari, Kecamatan Balongpanggang, Gresik yang saat ini masih mengalami kritis.

Korban Salma Sholikatun Nisa meninggal dunia di tempat kejadian perkara (TKP) setelah sepeda motor Honda Beat yang dikendarainya berbenturan dengan kendaraan truk tangki nopol W 8568 UB yang dikemudikan oleh Sunaji (60) warga asal Mojokerto.

Kronologis kecelakaan tersebut berawal saat korban yang berboncengan dengan rekannya berjalan dari arah barat menuju ke timur di Jalan Raya Desa Kedungrukem. Tanpa mengenakan helm dan belum mempunyai SIM C. Sewaktu berjalan, korban berusaha mendahului sepeda motor yang di depannya yang belum diketahui identitasnya.

Saat hendak mendahului, korban kurang memperhatikan arah depan dengan jelas serta tidak dapat menjaga jarak. Sehingga, terjadi benturan dengan sepeda motor yang hendak didahului. Korban terjatuh ke kanan, selanjutnya tubuh korban berbenturan dengan kendaraan truk tangki yang berjalan dari arah berlawanan. Korban meninggal dunia di TKP karena mengalami luka parah. Sedangkan rekan korban juga terjatuh dan saat ini masih kritis.

Kasat Lantas Polres Gresik AKP Ardilestanto membenarkan adanya kecelakaan lalu-lintas yang menyebabkan seorang pelajar meninggal dunia di TKP tanpa mengenakan helm dan belum memiliki SIM C. "Korban meninggal di TKP diakibatkan benturan yang sangat keras. Apalagi korban tanpa mengenakan helm," ujarnya, Rabu (13/12/2017).

AKP Wikha Ardilestanto menambahkan, dirinya menghimbau kepada orang tua jangan memanjakan anaknya dengan maut mengizinkan menggunakan sepeda motor di jalan raya.

"Mengizinkan naik sepeda motor kepada anak yang belum cukup umur sama saja anaknya dimanja dengan maut. Anaknya tidak bersalah, orang tuanya yang salah karena kurang memperhatikan keselamatan di jalan raya," tambahnya. [dny/kun]

Komentar

?>