Jum'at, 16 Nopember 2018

Pacitan Masuk Masa Transisi, Jangkanya 3 Bulan

Senin, 11 Desember 2017 15:13:28 WIB
Reporter : Pramita Kusumaningrum
Pacitan Masuk Masa Transisi, Jangkanya 3 Bulan

Pacitan (beritajatim.com) - Masa tanggap darurat bagi Kabupaten Pacitan sudah dicabut, Kamis (7/12/2017) lalu. Dan saat ini, bumi kelahiran SBY (mantan presiden Susilo Bambang Yudhoyono) itu memasuki masa transisi.

"Saat ini memasuki masa transisi. Karena masa tanggap darurat sudah selesai hari Kamis pekan lalu," kata Dandim 0801 Pacitan, Letkol Kav Aristoteles Hengkeng Nusa Lawitang

Letkol Inv Aristoteles mengaku, masa transisi dalam jangka 3 bulan. Dimana akan ada pendataan lebih mendetail tentang bencana yang menerpa Kabupaten Pacitan.

Namun, lanjut dia, pembangunan untuk tempat tinggal juga dilakukan. "Nanti setelah masa transisi ada masa pemulihan. Di antaranya pembangunan rumah. Ini sudah mulai kami buat," terangnya.

Untuk sekedar diketahui, cuaca ekstrim pengatuh badai siklon Cempaka menyapa Kabupaten Pacitan, Selasa (28/11/2017) dini hari lalu. Dari sapaan tersebut, kerugian yang muncul mencapai setengah Triliun lebih. Tepatnya Rp 580.9 Milyar.

Dari informasi yang didapat beritajatim.com, saat itu, curah hujan selama sepekan sekitar 383 milimeter per hari. 3 tanggul dan meluapnya sungai Grindulu dan Lorog menyebabkan hampir semua wilayah Kota Pacitan tenggelam. Tidak hanya banjir, longsor juga menerjang wilayah Pacitan.

Untuk banjir terjadi di 6 Kecamatan, 6 Desa. Atau sekitar 205.58 km per segi wilayah Pacitan terendam air.

Pun untuk longsor, menimpa 12 Kecamatan atau 68 desa. Atau 176 titik longsor tersebar.

Sementara, untuk korban meninggal dunia ada 25 korban. Dengan rincian, 6 korban banjir dan 18 korban longsor. Ke 25 ditemukan dalam keadaan meninggal dunia.

Sementara, untuk data rumah rusak sekitar 6.603 unit. Sekolah rusak ada sekitar 126 unit.

Jalan rusak sepanjang 19.5 km atau sekitar 78 ruas. Untuk jembatan, ada 21 jembatan penghubung rusak total.

Di sisi lain, 23 titik tanggul juga mengalami kerusakan baik ringan, sedang maupun berat. Pun 462 meter irigrasi rusak total.

Untuk air bersih, sekitar 832 meter pipa PDAM Pacitan rusak. Untuk pertanian, ada 1.747 Ha milik warga harus rusak. Ternak warga sekitar 155 sapi menghilang, 1.925 kambing juga hilang. [mit/but]

Komentar

?>