Sabtu, 21 Juli 2018

Kecelakaan Beruntun, Korban Sempat Terseret

Senin, 04 Desember 2017 18:18:55 WIB
Reporter : Pramita Kusumaningrum
Kecelakaan Beruntun, Korban Sempat Terseret

Ponorogo (beritajatim.com) - Kecelakaan beruntun Senin (4/12/2017) pagi di jalur tengkorak, Jalan Raya Ponorogo-Pacitan km 4-5, Desa Madusari, Kecamatan Siman Kabupaten Ponorogo tidak hanya sekedar menumbur.

Namun, korban sempat terseret beberapa meter. Sampai akhirnya tertabrak motor dari arah berlawanan.

"Kalau hasil olah tkp, korban atas nama Lubis memang tabrak samping pengendara yang menyebrang. Lalu terseret kemudian tertabrak kendaraan dari arah berlawanan," terang Kanit Laka Sat Lantas Polres Ponorogo, IPDA Badri, Senin sore.

Diberitakan sebelumnya, kecelakaan kembali terjadi di jalur tengkorak Ponorogo, Seninkata (4/12/2017). Di Jalan Umum Jurusan Ponorogo-Pacitan Km 4-5 . Tepatnya di pertigaan Jalan Sri Utomo termasuk Desa Madusari Kecamatan Siman Kabupaten Ponorogo.

Kecelakaan ini berawal dari sepeda motor Yamaha Xeon, nopol B 6291 PRJ, dikemudikan Mardiyah (26) warga Kecamatan Tegalombo, Kabupaten Pacitan menyebrang dari arah barat menuju timur. Namun tidak melihat kanan dan kiri.

Disaat menyebrang, datang dari arah selatan atau Pacitan menuju utara atau Ponorogo, Lubis Purwanto (21) warga Desa Janten, Kecamatan Slahung, aKbKabupaten Ponorogo, mengendarai Mio dengan nopol AE 6040 W. Karena jarak sudah dekat, terjadi tabrak samping.

Naasnya, dari arah berlawanan muncul sepeda motor Mio, bernopol AE 3872 WF, Edi (31) membonceng istrinya Dina Mariyati (29) dan anaknya Maska Venisa (5) warga Desa Nglarangan, Kecamatan Kauman, Kabupaten Ponorogo.

"Karen benturan itu, diduga korban Lubis mengalami luka berat. Dengan kondisi mengenaskan," kata Kanit Laka Sat Lantas Polres Ponorogo, IPDA Badri, Senin siang.

Badri mengaku,  akibat kejadian mengalami luka kepala belakang robek , pendarahan dari lubang telinga , kondisi tidak sadar. Korban meninggal Dunia di Tkp.

Sementara, yang ditabrak, Dina dan anaknya mengalami luka cukup parah. Untuk Dina Maryati mengakani luka kepala samping bengka. Pun anaknya yang masih lima tahun luka tangan babras. (mit/kun)

Komentar

?>