Selasa, 21 Nopember 2017

Keroyok Anggota TNI, Polisi Bekuk Lima Anggota PSHT

Senin, 23 Oktober 2017 19:13:57 WIB
Reporter : Yusuf Wibisono
Keroyok Anggota TNI, Polisi Bekuk Lima Anggota PSHT
foto/ilustrasi

Jombang (beritajatim.com) - Polres Jombang bergerak cepat menyelidiki kasus pengeroyokan dengan korban dua anggota TNI dan empat warga sipil yang diduga dilakukan oknum pesilat PSHT (Persaudaraan Setia Hati Terate). Hasilnya, polisi membekuk lima orang yang diduga sebagai pelaku.

Kepastian itu dilontarkan Kapolres Jombang AKBP Agung Marlianto, Senin (23/10/2017). Ironisnya, kebanyakan dari pelaku masih berstatus pelajar. "Kami sudah menangkap lima orang yang diduga kuat sebagai pelaku. Saat ini mereka sedang menjalani pemeriksaan," ujar Agung.

Lima pelaku itu, lanjut Agung, adalah FT (16) pelajar, SR (17) pelajar, MS (16) pelajar, dan KO (38). Mereka semua merupakan warga Desa Plosogeneng, Kecamatan/Kabupaten Jombang. Kemudian satu pelaku lagi bernama Ud (17) warga Dusun Sendangrejo, Desa Banjardowo Kecamatan Jombang.

Seperti diberitakan, dua anggota TNI dan empat warga sipil menjadi korban pengeroyokan pesilat PSHT (Persaudaraan Setia Hati Terate) yang sedang melakukan konvoi di Desa Banjardowo, Kecamatan/Kabupaten Jombag, Minggu (22/10/2017).

Korban masing-masing Kelasi Satu Joko Sutrisno, anggota TNI AL yang berdinas di Juanda Surabaya, serta Kopda Edi Windoko, Anggota Korem 082/CPYJ BP SP3T.

Kejadian berawal ketika PSHT menggelar tasyakuran di lapangan SDN Sumberejo, Kecamatan Jombang. Tasyakuran itu melibatkan PSHT di tiga rayon, yakni Sumberejo, rayon Plosogeneng dan rayon Sendangrejo. Acara tersebut juga dihadiri anggota PSHT Jombang.

Acara berlangsung lancar. Sekitar pukul 12.00 WIB mereka bubar. Konvoi ratusan kendaraan bermotor anggota silat tersebut memenuhi jalanan. Saat melintas di Desa Banjardowo, konvoi berpapasan dengan Kelasi Satu Joko Sutrisno.

Entah apa pemicunya, anggota TNI AL yang berdinas di Juanda ini tiba-tiba dikeroyok. Mereka memukuli korban. Pada saat bersamaan, empat orang warga melintas di lokasi.

Oknum pesilat tersebut juga mengeroyok empat warga tersebut. Terakhir, datang Kopda Edi Windoko, untuk melerai. Anggota Korem 082/CPYJ BP SP3T itu juga menjadi sasaran pengeroyokan. [suf]

Tag : sh terate

Komentar

?>