Selasa, 21 Nopember 2017

Oknum PSHT Keroyok 2 Anggota TNI dan 4 Warga Sipil

Senin, 23 Oktober 2017 18:51:37 WIB
Reporter : Yusuf Wibisono
Oknum PSHT Keroyok 2 Anggota TNI dan 4 Warga Sipil
foto/ilustrasi

Jombang (beritajatim.com) - Dua oknum anggota TNI dan empat warga sipil menjadi korban pengeroyokan pesilat PSHT (Persaudaraan Setia Hati Terate) yang sedang melakukan konvoi di Desa Banjardowo, Kecamatan/Kabupaten Jombang, Senin (23/10/2017).

Korban masing-masing Kelasi Satu Joko Sutrisno, anggota TNI AL yang berdinas di Juanda Surabaya, serta Kopda Edi Windoko, Anggota Korem 082/CPYJ BP SP3T. Bukan hanya itu, empat warga yang sedang melintas di jalan tersebut juga menjadi sasaran simpatisan perguruan silat itu.

Informasi yang dihimpun beritajatim.com di lapangan menyebutkan, kejadian itu berawal ketika PSHT menggelar tasyakuran di lapangan SDN Sumberejo, Kecamatan Jombang. Tasyakuran itu melibatkan PSHT di tiga rayon, yakni Sumberejo, rayon Plosogeneng dan rayon Sendangrejo. Namun acara tersebut juga dihadiri anggota PSHT Jombang.

Acara berlangsung lancar. Sekitar pukul 12.00 WIB mereka bubar. Konvoi ratusan kendaraan bermotor anggota silat tersebut memenuhi jalanan. Saat melintas di Desa Banjardowo, konvoi tersebut berpapasan dengan Kelasi Satu Joko Sutrisno.

Entah apa pemicunya, anggota TNI AL yang berdinas di Juanda ini tiba-tiba dikeroyok. Mereka memukuli korban. Pada saat bersamaan, empat orang warga melintas di lokasi. Oknum pesilat tersebut juga mengeroyok empat warga tersebut. Terakhir, datang Kopda Edi Windoko, untuk melerai.

Namun apes, anggota Korem 082/CPYJ BP SP3T itu justru menjadi korban pengeroyokan. "Para korban sempat mendatangi lokasi acara tasyakuran. Namun panitia tidak mau bertanggung jawab," ujar salah satu saksi mata di lokasi.

Akhirnya, korban mendatangi Polres Jombang untuk melaporkan kejadian tersebut. Di hadapan petugas, korban menceritakan kronologi penganiayaan yang mereka alami. [suf]

Tag : sh terate

Komentar

?>