Selasa, 21 Nopember 2017

Banjir Sitiarjo Akibat Sungai Penguluran Meluap

Rabu, 18 Oktober 2017 11:03:21 WIB
Reporter : Brama Yoga Kiswara
Banjir Sitiarjo Akibat Sungai Penguluran Meluap

Malang (beritajatim.com) - Banjir di Desa Sitiarjo, Kecamatan Sumbermanjing Wetan, Kabupaten Malang, merendam belasan rumah penduduk, Rabu (18/10/2017). Hujan deras sejak malam hingga pagi hari ini, mengakibatkan Sungai Penguluran di kawasan tersebut meluap.

Air setinggi 1,5 meter merendam belasan rumah penduduk di dusun Krajan Kulon dan dusun Palung, desa Sitiarjo. Hingga kini proses evakuasi masih berlangsung dan air belum surut.

Akibatnya penduduk diungsikan ke lokasi yang aman. Tim SAR dan PMI seta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang bersama sama warga kini berupaya menyelamatkan harta benda dan hewan ternak milik warga.

"Iya mas setelah diguyur hujan pagi tadi Sungai Panguluran meluap dan merendam rumah penduduk di Sitiarjo, total rumah terdampak kita masih data. Ini langganan hampir tiap tahun, sementara rumah yang terendam jumlahnya belasan. Ini saya meluncur ke lokasi," ungkap Kepala BPBD Kabupaten Malang, Bambang Istiawan, Rabu (18/10/2017) pagi.

Sementara itu, Seketaris Palang Merah Indonesia PMI) Kabupaten Malang, Aprilianto menjelaskan, total rumah penduduk yang terendam sampai pukul 10.20 wib ini sebanyak 16 rumah penduduk di dusun Krajan Kulon dan dusun Palung desa Sitiarjo, Kecamatan Sumbermanjing Wetan.

"Sekarang kita masih mendata bersama BPBD. Baru di dusun Krajan Kulon dan Palung saja yang bisa kita data, itu belum semuanya," terangnya.

Personel PMI dan Relawan lain serta personel BPBD hingga kini masih belum bisa leluasa mendata penduduk di beberapa dusun lain di desa Sitiarjo, seperti ke desa Rowotratih, sebab akses jalan menuju ke lokasi terhalang banjir hingga ketinggian 1,5 meter dan di rumah penduduk ketinggian air mulai di atas lutut orang dewasa hingga satu meter.

"Kami sekarang masih mendata penduduk terdampak yang bisa dijangkau, sambil membantu menyelamatkan harta benda milik warga," pungkasnya. (yog/kun)

Komentar

?>