Kamis, 19 Oktober 2017

Ini Alasan Nenek Buang Cucunya di Prambon Sidoarjo

Jum'at, 13 Oktober 2017 18:03:00 WIB
Reporter : M. Ismail
Ini Alasan Nenek Buang Cucunya di Prambon Sidoarjo
Nurhalimah nenek dari bayi yang ditelantarkanditangkap Polsek Prambon

Sidoarjo (beritajatim.com) - Kasus penelantaran bayi yang dilakukan Siti Nurhalimah (34) warga Arem-arem Desa Tropodo Kecamatan  Krian diduga tidak mampu membiyayai biaya persalinan.

Nurhalimah sekaligus nenek dari bayi yang dibuangnya membenarkan telah menaruh bayi itu di atas bangku depan rumah Kasban. Khawatir akan dimakan binatang sejenis kucing, akhirnya dipindah ke pondasi rumah samping kakeknya (Sunyoto red) itu.

Halimah mengaku, tidak ada niatan membuang bayi itu. Hanya saja saat malam hari, dirinya bingung soal biaya rumah sakit tempat bayi lahir (RS Siti Khodijah). Selama tujuh hari, biaya perawatan bayi mencapai sebesar Rp 13 juta.

"Saat itu saya ada uang Rp 3 juta dan orang tua Fr (Imam red,) menyumbang Rp 2 juta. Dengan biaya Rp 5 juta, bayi kemudian saya bawa pulang. Bayi boleh saya bawa pulang dari RS Siti Khodijah karena jaminan KTP saya. Saya juga berjanji sanggup melunasi dengan sistim mencicil," kata Halimah.

Halimah mengaku, malam itu sesudah meluar dari RS Siti Khodijah, dirinya menginginkan pindah karena tidak kuat biaya yang ditanggung.

Halimah berinisiatif membawa kembali ke Puskesmas Krian agar biaya tidak mahal. Namun oleh Puskesmas tidak diterima. Karena sebelumnya sudah dirujuk ke RS Siti Khodijah dan perlengkapan alat medis di Puskesmas Krian kurang memadai.

"Setelah ditolak dari Puskesmas Krian, dirinya bingung harus membawa bayi itu kemana. Akhirnya saya taruh di dekat rumah kakek (Kasban) malam itu. Malam itu mau dibawa pulang, saya malu karena nanti akan ditanyai tetangga anak siapa. Malam saya taruh, paginya mau saya ambil, di lokasi sudah banyak polisi karena bayi terlanjur sudah dievakuasi ke rumah sakit," akunya.

Dirinya juga mengaku gelisah setelah warga gempar ada temuan bayi dan bertambah bingung. "Saya malu, dan saya mengakui khilaf," ucapnya lirih.

Halimah juga tidak menyangka anak perempuannya sudah berbuat terlalu jauh dengan calonnya itu sampai hamil diluar nikah. Keduanya memang ia setujui kelak boleh menikah sesudah masa pendidikan keduanya selesei.

"Saya mohon maaf kepada semua masyarakat yang ada," tutur janda yang terancam UU Darurat jika masih hidup ancamannya 6-10 tahun, jika bayi yang terlantarkan meninggal ancaman kuringannya 10-15 tahun.

Dalam kesempatan yang sama, Paimah anak kandung Kasban yang juga orang tua Halimah berkeinginan untuk bisa direstui mengasuh bayi hasil hubungan gelap cucunya tersebut.
Pihak Polsek Krembung tidak keberatan dengan hal itu, namun proses hukum tetap ditegakkan.
"Tolong Pak Kapolsek berikan hak asuh cucu saya kepada saya," pinta Paimah sambil menjongkok seperti posisi orang menyembah.  (isa/ted)

Tag : bayi dibuang

Komentar

?>