Rabu, 13 Desember 2017

Museum Airlangga Simpan Koleksi Sejak Sebelum Kerajaan Kediri Hingga Majapahit

Jum'at, 13 Oktober 2017 16:33:56 WIB
Reporter : Nanang Masyhari
Museum Airlangga Simpan Koleksi Sejak Sebelum Kerajaan Kediri Hingga Majapahit

Kediri (beritajatim.com) - Museum Airlangga yang jadi obyek wisata budaya di Kota Kediri ternyata telah berusia lebih dari setengah Abad.

Dalam perjalanannya, tempat penyimpanan benda bersejarah ini ternyata berpindah - pindah.

Nama Airlangga sendiri mulai disematkan pada museum yang ada di komplek wisata budaya Goa Selomangleng di Kelurahan Pojok, Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri sejak 1982 silam.

Tetapi kala itu bangunan musem masih berada di Taman Tirtoyoso Kota Kediri.

Nur Muhyar, Kepala Dinas Kebudayaan Pariwisata dan Olahraga Kota Kediri mengatakan, cikal bakal Museum Airlangga sebenarnya sudah ada sejak 1951 silam. Saat itu tempat penyimpanan benda bersejarah ini berada di salah satu ruang komplek Pendopo Alun Alun Kota Kediri. Tempat ini sekarang aset milik Pemerintah Kabupaten Kediri.

"Pada tahun 1991 museum dipindahkan dari pendopo ke salah satu komplek purbakala di Goa Selomangleng. Dari saat itu sampai sekarang berdiri Museum Airlangga," jelas Nur Muhyar, Jumat (13/10/2017).

Meskipun jumlahnya  koleksinya Minim, tetapi jenis benda di Museum Airlangga cukup lengkap mulai benda benda peninggalan upacara keagamaan sejak sebelum kerajaan Kediri hingga Kerajaan Majapahit. Kebanyakan benda cagar budaya tersebut warisan Kerajaan Kediri di Abad Ke-XI.

Pada 2012, benda - benda di museum ini dipisahkan. Pemisahan dibagi antara koleksi arkeologi dengan etmografi. Berdasarkan data dari Museum, benda koleksi terdiri dari prasasti, makara, yoni, lingga, patung brahma dan siwa. Jumlahnyak sebanyak 298 buah, sementara khusus koleksi klassik atau batu termasuk prasasti ada 114 buah.

Untuk menjaga koleksi Museum Airlangga tetap terawat, Balai Pelestari Cagar Budaya (BPCB) Trowulan menempatkan dua orang juru pelihara yang bertugas membersihkan setiap harinya.

Sementara dari Disbudparpora setempat membantu membersihkan koleksi musem pada hari-hari tertentu.

Pada peringatan Hari Museum Nasional yang jatuh pada 12 Oktober, Museum Airlangga dituntut untuk menjadi lebih lagi, terutama fungsi museum sebagai saranan edukasi bagi semua masyarakat, khususnya kalangan pelajar.

Pemerintah daerah selaku pengelola dituntut untuk mendongkrak minat pengunjung dengan berbagai inovasi diantaranya penentuan tiket masuk yang murah. (nng/ted)

Komentar

?>