Kamis, 19 Oktober 2017

Warga Akhirnya Izinkan PT Merak Jaya Beton Beroperasi, Syaratnya Ini

Kamis, 12 Oktober 2017 21:37:54 WIB
Reporter : Nanang Masyhari
Warga Akhirnya Izinkan PT Merak Jaya Beton Beroperasi, Syaratnya Ini

Kediri (beritajatim.com) - Konflik antara perusahaan bahan cor beton PT Merak Jaya Beton dengan warga Dusun Grompol, Desa Ngebrak, Kecamatan Gampeng, Kabupaten Kediri akhirnya berakhir. Pihak perusahaan dan perwakilan warga sepakat mengakhiri konflik. Perdamaian tersebut berlangsung di Polsek Gampengrejo.

Pertikaian terjadi sejak, 17 Mei lalu. Awalnya terjadi insiden bocornya tangki semen yang mengakibatkan polusi udara. Debu semen mengotori permukiman di sekitar. Sedikitnya 100 Kepala Keluarga (KK) terdampak.

Jesicha Yenny Susanty, SH, selaku Kuasa Hukum warga yang tergabung dalam paguyuban masyarakat peduli lingkungan Insan Cendekia mengatakan, penandatanganan nota kesepakatan ini sesuai kesepakatan bersama. Namun dalam penandatanganan ini ada beberapa hal yang menjadi catatan.

"Ada enam poin tanggapan dari PT Merak Jaya Beton yang sudah disepakati. Meskipun ini dirasakan pahit oleh masyarakat, tapi apa boleh buat, mau tidak mau itu harus dituruti. Dan sebagai catatan, kesepakatan ini hanya berlaku sampai 1 Februari 2018, jadi masyarakat memberikan kesempatan perusahaan beroperasi kembali sesuai isi nota kesepakatan itu," Ujarnya, Kamis (12/10/2017).

Dengan nota kesepakatan ini, Jesicha menegaskan, masyarakat akan berlaku komitmen dalam perjanjian tersebut. Sehingga tidak ada konflik kembali dalam operasional pabrik beton milik PT Merak Jaya Beton.

Dalam isi nota kesepakatan itu, PT Merak Jaya Beton wajin memperhatikan empat hal yakni, menanggulangi dan mengantisipasi dampak polusi udara berupa debu, mengatasi kebisingan akibat produksi dimalam hari, tidak memperpanjang kontrak sewa tanpa persetujuan dan izin warga yang bernaung didalam paguyuban Insan Cendekia, serta jika hal yang sudah disepakati tidak dilaksanakan perusahaan maka masyarakat akan melalukan aksi kembali.

Sementara, perusahaan beton asal Surabaya ini dalam tanggung jawab sosial dan lingkungan kepada warga, siap memberikan bantuan operasional paguyuban sebesar Rp 6 juta setiap bulannya sampai berakhir masa kontrak. "Ini bukan kompensasi, namun dalam kesepakatannya hanya bantuan operasional yang nanti digunakan paguyuban untuk melakukan kegiatan terkait dengan lingkungan," jelas Jesicha.

Bantuan operasional itu tidak dapat digunakan dan diberikan langsung kepada warga yang terdampak polusi pabrik. Melainkan hanya boleh dikelola oleh Paguyuban Insan Cendekia untuk kegiatan pemantauan kebersihan dan dampak aktivitas produksi dari perusahaan.

Samsul Munir, salah satu warga yang juga tokoh dalam Paguyuban Insan Cendekia mengaku, jika paguyuban memang belum memiliki badan hukum. Tetapi saat ini dalam tahap proses penyelesaian badan hukum. "Sesuai nasihat Kuasa Hukum saat ini masih kita proses di Notaris," ujarnya.

Dia menambahkan, data tersebut tidak semua warga yang terdampak. Ia mengaku yakin dalam pertanggungjawaban pengelolaan uang bantuan operasional tersebut. "Insya Alloh uang itu bisa kita pertanggungjawabkan, karena yang membawa tetap orang paguyuban," tegasnya.

Saat ditanya jika di kemudian hari terdapat warga yang iri dengan bantuan itu? Samsul Munir menegaskan, tetap menyerahkan ke warga. Sebab sebelum terbentuknya paguyuban, pihaknya juga sudah melakukan sosialisasi kepada warga terdampak pabrik PT Merak Jaya Beton.

"Kalaupun tidak sepakat silahkan saja. Toh kita sudah beberapa kali melakukan proses, kemarin kita sudah terbuka kepada warga dan tidak ada masukan sama sekali, sehingga itu bukan kesalahan dari paguyuban itu sendiri," ucapnya.

Diberitakan sebelumnya, warga sekitar pabrik beton PT Merak Jaya Beton Kediri, terus melakukan aksi segel agar perusahaan tersebut tidak beroperasi sebelum terdapat kejelasan akibat dampak yang ditimbulkan. Beberapa kali warga menghentikan paksa aktifitas pabrik karena pihak perusahaan belum memberikan ganti rugi terhadap warga pasca meletusnya tabung semen milik pabrik. [nng/but]

Tag : kediri

Komentar

?>