Selasa, 21 Nopember 2017

Dinanti Warga, Gunungan Tumpeng Suro di Makam Syekh Jumadil Kubro Jadi Rebutan

Kamis, 05 Oktober 2017 19:06:08 WIB
Reporter : Misti P.
Dinanti Warga, Gunungan Tumpeng Suro di Makam Syekh Jumadil Kubro Jadi Rebutan

Mojokerto (beritajatim.com) - Ratusan warga memadati komplek makam Syekh Jamaluddin Al Husain Al Akbar alias Sayyid Hussein Jumadil Kubro atau Syekh Jumadil Kubro di Desa Sentonorejo, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto. Warga menanti gunungan tumpeng berisi sayur mayur hasil bumi, jajanan pasar maupun nasi.

Semua gunungan yang diarah mulai dari Pendopo Agung Trowulan atau sekitar 1 km tersebut menjadi pusat perhatian ratusan pasang mata. Pasalnya setelah diserahkan ke Wakil Bupati Mojokerto, Pungkasiadi dan didoakan, gunungan tersebut menjadi rebutan ratusan warga yang sudah menanti.

Semua tak lain, karena ingin mendapatkan berkah dari kakek Sunan Ampel yang merupakan salah satu wali songo yakni penyebar agama Islam di tanah Jawa. Kegiatan tersebut rutin digelar Pemkab Mojokerto dalam rangka haul Syehk Jumadil Kubro dan tahun ini merupakan haul ke 642.

Salah satu warga yang ikut berebut gunungan tumpeng yakni Kuswatin (60). Warga Desa Pacet, Kecamatan Trowulan ini mengaku, ingin mendapatkan berkah dari Syehk Jumadil Kubro. "Saya dapat jagung, nantinya akan saya campur dengan bibit jagung dan ditanam di sawah," ungkapnya, Kamis (5/10/2017).

Selain mendapatkan jagung yang nantinya akan digunakan sebagai campuran bibit, Kuswatin juga mendapatkan sejumlah sayur mayur serta nasi tumpeng. Menurutnya, nasi tumpeng hasil rebutan bersama warga yang lain tersebut dimakan bersama lima orang cucunya. Tujuannya tidak lain ingin mendapatkan berkah Syehk Jumadil Kubro.

Warga yang lain Napsiah (52) juga mengaku hal yang sama, ia sengaja berebut gunungan untuk mendapatkan berkah dari Syehk Jumadil Kubro. "Saya tadi dapat jajanan pasar dan sayur mayur, saya ingin mendapat berkah," ujar warga Dusun Plintahan, Desa Sentonorejo, Kecamatan Trowulan.

Sementara itu, Wakil Bupati (Wabup) Mojokerto, Pungkasiadi mengatakan, grebek suro Syehk Jumadil Kubro merupakan agenda rutin tahunan. "Trowulan merupakan destinasi budaya dan religi. Syehk Jumadil Kubro sendiri merupakan kakeknya Sunan Ampel, paling tidak dengan kegiatan ini untuk meningkatkan suasana keislaman kita," tuturnya.

Sementara menanggapi gunungan sejumlah tumpeng yang diperebutkan warga yang hadir, orang nomor dua di Kabupaten Mojokerto ini menegaskan, jika kegiatan tersebut merupakan tradisi dan adat istiadat dalam perayaan haul Syehk Jumadil Kubro.[tin/kun]

Tag : suro mojokerto

Komentar

?>