Selasa, 24 Oktober 2017

BNPB Akui Sulit Prediksi Gunung Agung Meletus

Kamis, 05 Oktober 2017 08:03:15 WIB
Reporter : -
BNPB Akui Sulit Prediksi Gunung Agung Meletus

Karangasem (beritajatim.com) - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyatakan Gunung Agung tidak dapat diprediksi kapan akan meletus.

"Gunung Agung tidak dapat diprediksikan kapan akan meletus, sedangkan Gunung Sinabung tidak dapat diprediksikan kapan akan berhenti meletus. Ada ketidakpastian dari kedua gunung tersebut," ujar Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo, Rabu (4/10/2017),

Menurut dia, berapi aktif setinggi 3.014 mdpl itu hingga saat ini belum meletus dan kegempaan yang terjadi masih intensif dan mengalami fluktuatif. Sementara, tidak ada tanda-tanda aktivitas menurun. Gempa vulkanik yang sering terjadi menunjukkan ketidakstabilan aktivitas gunungapi.

"Di kawah Gunung Agung sudah terbentuk rekahan dan keluar asap putih dengan tekanan lemah. Secara visual belum terlihat tanda-tanda Gunung Agung meletus. Tidak dapat dipastikan kapan akan meletus," ungkapnya.

Sutopo mengaku di kawah Gunung Agung sudah terbentuk rekahan dan keluar asap putih dengan tekanan lemah. Secara visual belum terlihat tanda-tanda Gunung Agung meletus. Tidak dapat dipastikan kapan akan meletus. Ia menerangkan radius yang ditetapkan PVMBG untuk dikosongkan dari aktivitas masyarakat adalah di dalam radius 9 kilometer dan 12 kilometer di sektor utara - timur laut dan tenggara - selatan - barat daya.

Sutopo menegaskan adanya pengosongan wilayah berkonsekuensi terjadi pengungsian. Pengungsi di Gunung Agung tercatat 141.213 jiwa di 416 titik pengungsian yang tersebar di 9 kabupaten/kota di Bali pada 4/10/2017 pukul 12.00 Wita. Sekitar 2.600 jiwa pengungsi dari desa yang aman telah kembali ke rumahnya.

"Sesungguhnya di dalam radius berbahaya hanya 28 desa dengan jumlah penduduk sekitar 70.000 jiwa yang harus mengungsi. Namun ternyata masyarakat yang mengungsi berasal dari 78 desa, dimana 50 desa adalah desa aman. Gubernur Bali telah menghimbau masyarakat yang berasal dari 50 desa aman untuk kembali ke rumahnya," tandasnya. [inilah.com]

Tag : gunung agung

Komentar

?>