Selasa, 24 Oktober 2017

BPBD Banyuwangi Siaga Ancaman Erupsi Gunung Agung

Rabu, 04 Oktober 2017 15:58:11 WIB
Reporter : Rindi Suwito
BPBD Banyuwangi Siaga Ancaman Erupsi Gunung Agung
Kepala Pelaksana BPBD Banyuwangi, Fajar Suasana

Banyuwangi (beritajatim.com) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banyuwangi melakukan rapat koordinasi kesiapsiagaan menghadapi ancaman bencana erupsi Gunung Agung, Bali. Hal ini menyusul status Awas (level IV) yang ditetapkan oleh Pusat Vulkanologi, Mitigasi, Bencana Geologi (PVMBG) beberapa minggu lalu.

Menurut Kepala Pelaksana BPBD Banyuwangi, Fajar Suasana, rakor tersebut bertujuan untuk menyiapkan daerahnya untuk mengantisipasi sejak dini mengenai dampak erupsi Gunung Agung. Sehingga, pihaknya mengundang sejumlah stakeholder dan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Banyuwangi untuk berkumpul membahas langkah anstisipasi
tersebut.

"Melihat kondisi yang seperti itu, memang belum ada yang bisa memprediksi kapan Gunung Agung meletus. Tapi setidaknya, kita telah siap siaga di daerah khususnya di Banyuwangi untuk mengantisipasi dampak jika Gunung Agung erupsi," jelas Kalaksa BPBD Banyuwangi, Fajar Suasana, Rabu (4/9/2017).

Hasil dari rapat tersebut, kata Fajar, jika Gunung Agung erupsi maka Banyuwangi kemungkinan besar akan mendapat dampak berupa abu vulkanik. Sehingga pihaknya mulai mengambil langkah antisipasi terhadap dampak tersebut.

"Meski demikian, kita harus tahu dulu bagaimana arah angin. Memang hasil dari perhitungan BMKG, kemungkinan Oktober ini arah angin masih cenderung mengarah ke barat," katanya.

Langkah awal, lanjut Fajar, antisipasi yang dilakukan yakni menyiapkan masker atau penutup hidung. Dalam hal ini, satuan kerja yang disiapkan yakni Dinas Kesehatan, PMI maupun rumah sakit.

"Debu dampaknya ini pasti berpengaruh pada kesehatan. Karena debu vulkanologi dampaknya sangat mengganggu pernapasan. Di samping menyiapkan masker dari kita sendiri, juga melibatkan SKPD yang lain misalnya dari Dinas Kesehatan, PMI dan rumah sakit kita menyiapkan masker," ujarnya.

Ganguan lain dari debu, kata Fajar, memungkinkan akan mengganggu aktivitas warga lainnya. Misalnya, mengenai kondisi pertanian, maupun ruang publik lain termasuk aktivitas transportasi.

"Debu kemungkinan juga akan berdampak pada pertanian. Dari rekan-rekan pertanian juga sudah mengangkap isu ini dan cara mengantisipasinya. Terus ada Dinas PU Binamarga, Cipta Karya dan Tata Ruang. Ada lagi dari Dinas Perhubungan dalam kaitannya dengan transportasi," ungkapnya.

Melalui rapat tersebut sekaligus menjadi langkah sosialisasi kepada SKPD lain termasuk camat untuk menyampaikan mengenai kondisi terkini Gunung Agung. Meneruskan informasi positif kepada warganya agar tetap tenang.

"Jadi intinya camat bisa menyampaikan kepada masyarakat jangan panik, cari informasi yang baku dulu. Tetap tenang sambil menunggu informasi positif mengenai kondisi terkini Gunung Agung," pungkasnya. (rin/ted)

Tag : gunung agung

Komentar

?>