Selasa, 16 Oktober 2018

Sumur Kering, 100 KK di Kaki Gunung Wilis Kesulitan Air

Senin, 25 September 2017 14:44:21 WIB
Reporter : Nanang Masyhari
Sumur Kering, 100 KK di Kaki Gunung Wilis Kesulitan Air
foto: ilustrasi

Kediri (beritajatim.com) - Masyarakat di kaki Gunung Wilis tepatnya di Desa Puhrubuh, Kecamatan Semen, Kabupaten Kediri mulai kesulitan memperoleh air. Memasuki bulan september di musim kemarau ini debet air tanah telah menurun drastis, sehingga banyak sumur warga yang kering.

Perangkat Desa Puhrubuh Wisnu mengaku, sedikitnya ada 50 hingga 100 kepala keluarga (KK) di desanya yang kesulitan air. Sumur mereka mulai mengering sehingga tidak bisa ditimba atau ditarik menggunakan mesin sanyo.

"Mayoritas masyarakat disini mengandalkan air sumur untuk keperluan sehari hari, mulai dadi masak, mencuci dan juga minum. Sejak awal musim kemarau hingga saat ini debet air sumur turun hingga 3 meter, sehingga ada yang kering," kata Wisnu di Kantor Desa Puhrubuh, Senin (25/9/2017).

Warga yang kesulitan air karena sumurnya kering tersebar merata di tiap dusun. Tetapi paling banyak ada di Dusun Petuk. Daerah ini terletak paling tinggi diantara dusun yang lain. Masing-masing rumah membuat sumur dengan kedalaman hingga 24-25 meter.

Sarmuji, salah satu warga Dusun Petuk mengaku, kesulitan air sudah berlangsung sekitar satu bulan terakhir. Masyarakat yang sumurnya kering terpaksa meminta air dari tetangganya yang sumurnya masih ada air nya. Sebagian lain mencari dari sungai.

"Untuk kebutuhan air minum, warga minta tetangga. Sebagian cari ke sungai untuk minum hewan ternak. Kalau hujan tidak segera turun, kondisinya tentu semakin parah," jelas Sarmuji.

Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Kediri saat ini sedang membuat sumur bor berkapasitas banyak di desa ini. Satu titik sumur untuk mencukupi kebutuhan air konsumsi, satu lainnya untuk keperluan irigasi.

Apriadi, selaku Tim Leader Proyek Pembuatan Sumur Bor dari Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat mengatakan, pembuatan sumur bor irigasi ditargetkan rampung tahun ini. Dari estimasi kedalaman pengeboran lebih 150 meter, saat ini telah mencapai 103 meter.

"Kondisi tanah disini bebatuan yang keras. Daerah kaki Gunung Wilis ini berbeda dari daerah lainnya. Sejak tiga hari kemarin kami menemui kendala adanya bebatuan keras yang sulit dipecahkan," akunya.

Wisnu, perangkat Desa Puhrubuh menjelaskan, untuk sumur irigasi dalam mengairi lahan pertanian kurang lebih 400 hektar, sedang sumur konsumsi bisa memenuhi 200 kepala keluarga (KK). (nng/ted)

Tag : kekeringan

Komentar

?>