Jum'at, 15 Desember 2017

Kemarau Panjang, Daerah Kekeringan Meluas

Senin, 25 September 2017 08:37:41 WIB
Reporter : Temmy P.
Kemarau Panjang, Daerah Kekeringan Meluas

Sumenep (beritajatim.com) - Desa-desa di Sumenep yang mengalami kekeringan pada musim kemarau 2017 hingga akhir September terus bertambah. Semula ada 37 desa yang mengalami kekeringan. Saat ini bertambah menjadi 57 desa.

"Kami sudah menerima pengajuan baru untuk pengiriman air bersih dari 20 desa yang tersebar di 8 kecamatan. Desa-desa itu mengalami krisis air bersih akibat kemarau panjang," kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sumenep, Abd. Rahman Riyadi, Senin (25/9/2017).

Sebelumnya, BPBD Sumenep telah melakukan pengiriman air bersih ke 37 desa di 13 kecamatan yang mengalami kekeringan pada musim kemarau 2017. Dari 37 desa yang mengalami kekeringan tersebut, 15 desa diantaranya masuk kategori kering kritis, dan 22 desa lainnya kering langka.

Sebuah daerah dikategorikan kering kritis apabila jumlah ketersediaan air di suatu desa kurang dari 10 liter per orang per hari. Kemudian jarak sumber air bersih lebih dari 3 km. Sedangkan sebuah daerah dikategorikan Kering langka apabila jumlah ketersediaan air di suatu desa berkisar 10-30 liter per org per hari, dan jarak ke sumber air bersih kurang dari 3 km.

"Untuk 20 desa tambahan yang mengajukan permintaan air bersih, sampai saat ini belum kami penuhi, karena kami masih melakukan survei terkait kebutuhan riil air bersih di desa-desa tersebut," terang Rahman.

20 desa tersebut diantaranya Desa Jangkong dan Batang-batang Daya, Kecamatan Batang-batang, Desa Badur dan Gedang-gedang, Kecamatan Batuputih, Desa Pragaan Daya Kecamatan Pragaan, Desa Kombang dan Padike, Kecamatan Talango, serta Desa Gadu Timur Kecamatan Ganding.

"Kalau untuk 37 desa kekeringan yang sudah kami 'dropping' air bersih, rata-rata tiap desa 6-10 rit atau tangki per bulan. Tergantung jumlah penduduk yang menggunakan air bersih," ucapnya. [tem/suf]

Komentar

?>