Rabu, 18 Oktober 2017

Bayi Meninggal Diduga Dimasukkan Air Panas, Begini Pengakuan Perawat

Sabtu, 23 September 2017 10:55:27 WIB
Reporter : M Muthohar
Bayi Meninggal Diduga Dimasukkan Air Panas, Begini Pengakuan Perawat

Tuban (beritajatim.com) - Terkait kematian bayi yang mengalami luka melepuh diduga akibat dimasukkan ke air panas saat akan dimandikan, pihak Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr R Koesma Tuban telah melakukan klarifikasi terhadap perawat yang menangani bayi tersebut, Sabtu (23/9/2017).

Direktur RSUD Tuban telah beberapa kali  memintai keterangan secara langsung seorang perawat berinisial IS yang memandikan bayi baru lahir dengan air panas itu. Berdasarkan dari keterangannya bahwa perawat yang memandikan bayi laki-laki itu benar-benar lalai dan tidak konsentrasi saat kejadian.

"Dia itu lalai kayak ngelamun begitu, dan dia mengakuinya saat kita tanya," terang dr Saiful Hadi, Direktur RSUD dr R Koesma Tuban menjelaskan kronologi kejadian kelalaian perawat itu.

Akibat perbuatannya yang lalai saat menjalankan tugasnya, IS yang akan memandikan bayi tidak memperhatikan kondisi airnya. Sehingga hal itu berakibat fatal dan membuat bayi yang baru dua hari lahir di RSUD Tuban mengalami luka melepuh karena airnya terlalu panas untuk ukuran bayi.

"Yang bersangkutan ini masih tenaga non PNS. Dan dia juga baru sekitar tiga bulan masuk (menjadi tenaga medis di RSUD Tuban)," tambah mantan Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Tuban itu.

Sampai saat ini pihak keluarga bayi yang meninggal diduga kelalaian perawat di RSUD Tuban itu masih belum bisa dikonfirmasi oleh media. Orang tua bayi yang tinggal di Desa Tasikmadu, Kecamatan Palang, Tuban itu diduga masih terpukul dengan kepergian anak pertamanya.

Seperti diberitakan sebelumnya, bayi yang baru lahir di RSUD Tuban meninggal dunia setelah mengalami luka melepuh cukup parah karena dimasukkan ke dalam air panas oleh seorang perawat yang akan memandikannya. Korban sempat dirujuk ke Surabaya untuk mendapatkan perawatan intensif meski akhirnya nyawa korban tidak tertolong. [mut/suf]

Komentar

?>