Sabtu, 16 Desember 2017

Diduga Dimasukkan ke Air Panas oleh Perawat, Bayi Baru Lahir Meninggal

Jum'at, 22 September 2017 18:12:22 WIB
Reporter : M Muthohar
Diduga Dimasukkan ke Air Panas oleh Perawat, Bayi Baru Lahir Meninggal

Tuban (beritajatim.com) - Diduga akibat adanya kelalaian yang dilakukan oleh seorang perawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr R Koesma Tuban, bayi yang baru lahir di RSUD tersebut mengalami luka melepuh serius dan akhirnya meninggal dunia.

Bayi yang orang tuanya merupakan warga Desa Tasikmadu, Kecamatan Palang, Kabupaten Tuban itu mengalami luka melepuh karena dimandikan dengan air panas oleh perawat di RSUD Tuban. Korban bayi itu akhirnya meninggal dunia setelah menjalani perawatan intensif di rumah sakit selama beberapa hari.

Informasi yang dihimpun beritajatim.com, Jumat (22/9/2017), kematian bayi yang diduga akibat kelalaian perawat itu berawal saat ibu dari bayi bernasib nahas itu melakukan persalinan di RSUD Dr Koesma Tuban pada hari Kamis malam pekan lalu. Setelah lahir bayi itu di rawat secara normal di RSUD Tuban.

Pada hari Sabtu pekan lalu saat masih berada di rumah sakit, bayi yang belum sempat diberi nama itu dimandikan oleh seorang perawat berinisial IS. Namun, air yang digunakan memandikan bayi itu terlalu panas untuk bayi dan sang bayi langsung dimasukkan ke dalam air tersebut.

"Dalam melakukan penanganan pasien sudah ada SPO-nya (Standar Prosedur Operasional). Tapi perawat ini tidak melakukan SPO secara benar. Airnya tidak dicek dulu saat akan memandikan bayi itu," terang dr Saiful Hadi, selaku Direktur RSUD Dr R Koesma Tuban.

Akibat dijeburkan ke dalam air panas itu membuat korban mengalami luka melepuh cukup parah di bagian bawah tubuhnya. Karena luka melepuh itu membuat bayi yang baru dua hari itu langsung dirujuk ke Rumah Sakit Husada Utama Surabaya untuk mendapatkan penanganan serius.

"Lukanya yang dialaminya sekitar 19 persen. Bayi ini sempat membaik saat di rawat di Surabaya. Tapi pada hari Rabu kemarin itu kita mendapatkan kabar lagi kalau meninggal dunia," tambah Saiful Hadi, saat dikonfirmasi beritajatim.com.

Disebutkan oleh Direktur RSUD Tuban itu, bahwa sebelum meninggal kondisi kesehatan bayi itu kembali turun dan mengalami gangguan pernafasan. Sehingga korban nyawa bayi yang juga merupakan anak dari pasangan tenaga medis itu tidak tertolong lagi dan akhirnya menghembuskan nafas terakhir di RS Husada Utama Surabaya.

"Kami dari pihak rumah sakit sudah berupaya untuk menyelamatkan bayi itu dengan cara langsung kita dirujuk ke Surabaya itu. Kejadian ini murni kelalaian dari perawat kami yang tidak memperhatikan SPO," ungkapnya.[mut/ted]

Komentar

?>