Jum'at, 20 Oktober 2017

Suran Agung

Polisi Antisipasi Pengroyokan Anggota PSHT di Mojokerto

Rabu, 20 September 2017 18:34:58 WIB
Reporter : Misti P.
Polisi Antisipasi Pengroyokan Anggota PSHT di Mojokerto
Polres Mojokerto Gelar pengamanan Jelang Suran Agung PSHT

Mojokerto (beritajatim.com) - Antisipasi kejadian pengroyokan saat peringatan Tahun Baru Islam seperti tahun lalu, polisi mengancam akan menindak tegas jika ada rombongan di luar undangan. Polisi mengancam akan melakukan razia dan melucuti jika diketahui membawa senjata.

Hal tersebut disampaikan Kapolres Mojokerto, AKBP Leonardus Simarmata usai apel gelar pasukan dalam rangka Operasi Aman Suro 2017 di Mapolres Mojokerto.

Untuk mengamankan kegiatan para pendekar Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) di Mojokerto, sebanyak 565 personil disiagakan.

"Terbagi dua yakni malam tirakatan nanti malam dan tanggal 28 September nanti pelantikan. Dua kegiatan akan diamankan penuh dan melibatkan seluruh instansi pengamanan terkait, kita sama-sama semua menjaga situasi agar aman dan kondusif," ungkapnya, Rabu (20/9/2017).

Masih kata Kapolres, pihaknya akan memberikan ekstra pengamanan khususnya pada subuh karena kejadian sebelumnya terjadi pada subuh. Pihaknya atensi pengamanan pada jam rawan pagi hari, yakni dini hari akan dilakukan penyekatan di batas kota dan setiap rombongan akan dikawal.

"Di luar yang disampaikam pamster maka wewenang kita untuk dilakukan razia. Kita akan lucuti jika memang ada yang membawa senjata tajam, tongkat, kayu dan lain-lain. Jika ada yang datang dari luar maka akan kita dikembalikan, kita sudah berkoordinasi dengan Polres Mojokerto Kota," katanya.

Menurutnya, Polres Mojokerto dan Polres Mojokerto Kota sepakat jika ada yang masuk di luar undangan maka diminta pulang. Meski lokasi kegiatan PSHT digelar Bataliyon Infanteri Para Raider 503/ Mayangkara, namun tegas Kapolres, pengamanan tetap maksimal dilakukan.

"Alasan pemilihan lokasi 503, karena antisipasi kejadian seperti tahun lalu kejadian ada kejadian yang meninggal. Pengamanan tetep maksimal di lokasi baik orang maupun barang dan jalur yang dilewati. Karena kejadian tahun lalu terjadi saat pulang, dimungkina saat itu tidak diantisipasi saat pulang," tegasnya.

Sebanyak 565 personil yang dilibatkan dalam kegiatan tersebut terdiri dari 380 personil Polres Mojokerto, 140 personil polsek jajaran, 30 personil Bataliyon Infanteri Para Raider 503/ Mayangkara, 30 personil Kodim 0815, 15 orang Satpol, 10 orang Dishub serta dari Pam Ter PSHT sebanyak 60 orang.

Sekedar diketahui, aksi pengeroyokan anggota Perguruan Silat Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) terjadi di simpang empat Kupang, Kecamatan Jetis, Kabupaten Mojokerto pada peringatan Tahun Baru Islam 1438 H tahun lalu. Satu korban tewas dan polisi menetapkan tiga tersangka dalam kasus tersebut.[tin/ted]

Tag : suran agung

Komentar

?>