Selasa, 24 Oktober 2017

Luar Kota Boleh Ikut Suran Agung Ponorogo, Ini syaratnya

Selasa, 19 September 2017 16:09:19 WIB
Reporter : Pramita Kusumaningrum
Luar Kota Boleh Ikut Suran Agung Ponorogo, Ini syaratnya

Ponorogo (beritajatim.com) - PSH Winongo Ponorogo memang sudah final melaksanakan Suran Agung sendiri. Untuk waktunya pun sudah ditentukan, 15 Oktober 2017 mendatang.

Suran agung ini, bukan cuma internal PSH Winongo Ponorogo. Melainkan terbuka untuk pendekar lain di luar Ponorogo.

"Suran agung tidak hanya pendekar Ponorogo saja. Pendekar lain di luar Ponorogo juga boleh ikut. Kami persilajkan," kata Kapolres Ponorogo, AKBP Suryo Sudarmadi, Selasa (19/9/2017).

Namin, lanjut dia, syaratnya tetap sama. Bagi pendekar luar Ponorogo, misal Trenggalek, Pacitan maupun Wonogiri mau datang boleh asal tidak menggunakan roda dua. "Luar kota tetap roda empat tertutup. Silahkan datang. Silahkan temu kangen. Tapi bagi pendekar luar kota tetap pakai kendaraam roda empat," katanya.

Berbeda dengan pendekar asal Ponorogo, bisa menggunakan roda dua. Syarat lainnya sama, tidak boleh memakai tongkat, membawa sajam, membawa minuman keras.

Diberitakan sebelumnya, Ingin menciptakan suasana kekeluargaan lebih kental, para pendekar dari PSH Winongo membuat acara Suran Agung sendiri di alon-alon Ponorogo. Acara tersebut akan dilaksanakn, 15 Oktober 2017 mendatang.

"Kami akan ada suran agung sendiri. Sudah keputusan final. Anggota di Ponorogo sudah saya kondisikan. Sehingga suran agung 12 Oktober mendatang di Madiun tidak akan berangkat," kata Langen Tri, Ketu PSHW Ponorogo kepada beritajatim.com, Selasa (19/9/2017).

Langen mengaku, membuat suran agung sendiri setelah berdiskusi dengan kapolres Ponorogo. Selain itu, keputusan menggunakan roda empat bertutup juga menjadi kendala. "Lebih baik mengadakan sendiri. Daripada tidak mematuhi kesepakatan. Dan saya kira rasa sakral tidak akan berkurang," ujarnya.

Dia menjelaskan, untuk suran agung di Ponorogo akan lebih fleksibel. Para pendekar bisa menggunakan roda dua saat suran agung di alon-alon Ponorogo.
"Tapi tetap kesepakatan tidak menggunakan tongkat tetap dipatuhi. Pun tidak boleh menggunakan tongkat," bebernya.

Sementara, Kapolres Ponorogo, AKBP Suryo Sudarmadi, mengatakan, memang sudah sepakat. Dan dirasa acara suran agung tidak kalah sakral dengan Madiun. (mit/kun)

Tag : suran agung

Komentar

?>