Kamis, 23 Nopember 2017

Simulasi: Bandara Juanda Diserang Teroris

Kamis, 14 September 2017 14:53:54 WIB
Reporter : M. Ismail
Simulasi: Bandara Juanda Diserang Teroris

Sidoarjo (beritajatim.com ) - Para calon penumpang di Terminal 2 Bandara Internasional Juanda berhamburan menjauh dari gedung T2 dan pelataran bandara. Pasalnya, seorang pria bersenjata api dan membawa granat menyandera calon penumpang wanita muda, juga berteriak akan meledakkan bom yang disiapkan Kamis, (14/9/2017).

Aksi pria terduga teroris menuntut  agar temannya yang tertangkap oleh tim keamanan otoritas Bandara Internasional Juanda untuk segera dibebaskan. Jika tidak, pria itu akan membunuh dan meledakkan Bandara Internasional Juanda.

Mendengar ancama itu, tim gabungan  keamanan otoritas Bandara Internasional Juanda dengan sigap datang untuk mengamankan penumpang dan menyelamatkan sandera.

Hanya dalam hitungan kurang dari 20 menit aksi penyanderaan tersebut dapat dilumpuhkan oleh anggota sniper TNI AL. Pria itu terkapar usai tertembus timah panas peluru sniper.

Pasca berhasil melumpuhkan pelaku, tim gegana dan anjing pelacak (K9) TNI AL juga  berhasil menjinakkan sebuah bom tas yang diduga kuat milik peneror yang tewas tersebut. Tas berisi bom dievakuasi dengan sebuah alat robotik yang dikendalikan secara komputeris di desain untuk melumpuhkan dan pendeteksian adanya teror bom.

Penanganan teroris model tersebut merupakan kegiatan latihan (simulasi) yang dilakukan anggota TNI AL di lingkungan Bandara Internasional Juanda. "Ini kegiatan latihan dalam menangani teror yang khusus dilakukan di lingkungan Bandara Juanda. Karena bandara ini masuk kedalam area TNI AL oleh karena itu keamanan dilakukan oleh pasukan TNI AL," kata Danpuspenerbal Laksamana Pertama TNI M Simorangkir.

Dia mengungkapkan, penanganan teroris di Bandara Internasional Juanda itu melibatkan dari semua unsur yang dimiliki TNI AL. Untuk model skenario itu, mulai penyanderaan di T2, ancaman bom dan pembajakan 40 penumpang didalam sebuah maskapai nasional merupakan rangkaian latihan.

"Kita berharap hal seperti ini tidak terjadi. Kita menginginkan semuanya tetap aman. Namun untuk kesigapan, pasukan terlatih. Pasukan yang terlibat dalam latihan pengamanan dan misi keselamatan ini sekitar 461 personil. Namun, tim inti penyelamatan dan pengamanan adalah dari Kopaska," terangnya.

Masih kata Simorangkir, dengan semua unsur dan keahlian yang dimiliki oleh TNI AL, kesatuannya siap mengamankan NKRI dari serangan teroris dari berbagai serangan, mulai udara, darat dan laut. (isa/ted)

Komentar

?>