Kamis, 23 Nopember 2017

Musim Kemarau

Terjadi 12 Kali Karhutla di Kabupaten Mojokerto

Rabu, 13 September 2017 07:28:08 WIB
Reporter : Misti P.
Terjadi 12 Kali Karhutla di Kabupaten Mojokerto
foto/ilustrasi

Mojokerto (beritajatim.com) - Selama musim kemarau ini, terjadi 12 kali kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Mojokerto. Lahan yang terbakar seluas 25 hektar merupakan kawasan hutan, baik hutan lindung maupun tamam hutan rakyat. Sementara 10 hektar lainnya merupakan laha tebu milik warga.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mojokerto, M Zaini mengatakan, potensi kebakaran di Mojokerto melihat kecepatan angin saat ini masih cukup landai. "Yakni antara 20-40 km per jam. Cuaca semacam itu kira harus waspada," ungkapnya, Rabu (13/9/2017).

Pasalnya, lanjut Zaini, karena karhutla terjadi selain dipengaruhi cuaca juga karena ada indikasi lain. Seperti pembakaran lahan oleh oknum untuk membuka lahan baru. Menurutnya, kejadian karhutla di Kabupaten Mojokerto sudah merata di semua wilayah.

"Tercatat ada 12 kali kejadian, baik di kawasan hutan lindung, taman hutan rakyat maupun lahan tebu milik warga. Total yang terbakar mencapai 35 hektar, sebanyak 25 hektar hutan dan sebanyak 10 hektar merupakan lahan tebu. Pontensi terjadinya karhutla sama dengan daerah kekeringan," katanya.

Di wilayah selatan Sungai Brantas yakni di Kecamatan Pacet, Trawas, Gondang dan Jatirejo. Sementara di wilayah utara Sungai Brantas yakni di Kecamatan Kemlagi, Jetis dan Dawarblandong. Meski begitu, tegas Zaini, saat ini status di Kabupaten Mojokerto masih status siaga belum darurat.

"Karena faktor banyak faktor penyebab karhutla adalah pembakaran yang sengaja dilakukan oknum sehingga kami akan bersinergi dengan LMDH yang selama ini membantu merawat hutan. Kami juga melarang siapaun membakar apapun di hutan dengan alasan apapun," tegasnya. [tin/suf]

Komentar

?>