Senin, 11 Desember 2017

Setiap Idul Adha Omset Penjual Sate Turun Drastis

Sabtu, 02 September 2017 19:03:02 WIB
Reporter : Zamachsari
Setiap Idul Adha Omset Penjual Sate Turun Drastis

Sampang (beritajatim.com) - Terhitung usai salat Idul Adha Jum'at kemarin pemandangan di sejumlah kawasan di Madura khususnya di Kabupaten Sampang nampak ada beberapa orang baru atau pendatang.

Mereka sebenarnya adalah warga Madura sendiri yang 'toron' dari perantauan. Toron merupakan bahasa Madura yang artinya turun atau pulang kampung.
Sehingga, jalan raya dari arah Surabaya menuju Madura mengalami kepadatan arus lululintas. Bahkan, kondisi itu tak jauh berbeda jika dibandingkan dengan arus mudik Idul fitri.

Sebab, sebagian warga perantauan yang berprofesi sebagai penjual sate di Jawa Tengah mengaku mudik lebaran jatuh pada Idul Adha bukan Idul Fitri.

"Kita ada sekitar 200 orang yang menjual sate di Jogyakarta atau di kawasan Jawa Tengah lainya. Dan rata-rata kita rombongan pulang kampung Idul Adha," kata Sulimah (32) penjual sate asal Desa Aeng, Kecamatan Sampang, Kabupaten Sampang, Sabtu (2/9/2017).

Ketika ditanya kenapa memilih pulang Idul Adha?. Sulimah menjelaskan, jika saat perayaan Idul Adha omset penjualan satenya menurun dikarenakan banyak warga yang membuat sate sendiri dari daging kurban. Sehingga, percuma jika tetap memaksa menjual sate saat Idul Adha.

"Kalau Idul Fitri kami tidak mudik dan tetap berjualan di perantauan, makanya kami baru mudik jika Idul Adha," tegasnya.

Sementara itu, menurut Romli salah satu penjual sate lainya mengatakan, jika tradisi mudik lebaran jatuh pada hari raya Idul Adha ini sudah berlangsung selama puluhan tahun lalu.

"Para penjual sate di luar Madura rata-rata semuanya pulang kampung mas, dan baru sepuluh hari kemudian balik ke wilayah masing-masing untuk berjualan sate lagi," pungkasnya.[sar/ted]

Tag : idul adha

Komentar

?>