Jum'at, 20 Oktober 2017

Jaga Tradisi Ulama, Warga Temenggungan Malang Arak Hewan Kurban

Sabtu, 02 September 2017 09:40:02 WIB
Reporter : Lucky Aditya Ramadhan
Jaga Tradisi Ulama, Warga Temenggungan Malang Arak Hewan Kurban

Malang(beritajatim.com) - Warga Jalan Gatot Subroto, Temenggungan, Klojen, Kota Malang, mempunyai tradisi unik dalam setiap perayaan momen Hari Raya Idul Adha. Mereka mengarak hewan kurban sebelum disembelih, Sabtu, 2 September 2017.

Tradisi unik ini turun temurun yang dilakukan warga setempat selama puluhan tahun. Arak-arakan hewan kurban merupakan syiar dari ulama setempat, agar hewan kurban dalam kondisi segar saat disembelih.

"Tradisi ini ada sebelum saya lahir, ini sejak tahun 1978. Dari bapak-bapak yang menjadi panitia sebelum-sebelumnya ini syiar dari kiai dan ulama," kata Ketua Panitia Idul Adha 2017, Ainul Yakin.

"Diarak agar hewan kurban sebelum disembelih darahnya segar dan keluar lancar. Jumlah hewan kurban total 79, 73 kambing dan 6 sapi," imbuhnya.

Semua golongan, mulai dari anak-anak, remaja hingga dewasa, turut mengarak hewan kurban. Sedangkan warga setempat banyak yang berada didepan halaman rumah untuk mengabadikan momen setahun sekali ini. Hewan kurban diarak keliling kampung.

"Tahun ini jumlah hewan kurban melebihi yang kita perkirakan, dari warga kampung sendiri. Akan didistribusikan ke warga kampung dan warga sekitar yang membutuhkan daging," ujar Ainul.

Warga setempat berharap perayaan unik yang dianggap sudah melekat sebagai tradisi akan semakin semarak ditahun-tahun berikutnya. "Tahun depan semoga bisa istiqomah dan yang berkurban lebih banyak lagi," tandasnya. (luc/kun)

Komentar

?>