Senin, 22 Oktober 2018

Santri Tenggelam di Bengawan Solo, Begini Situasi Pencariannya

Jum'at, 01 September 2017 21:02:49 WIB
Reporter : Tulus Adarrma
Santri Tenggelam di Bengawan Solo, Begini Situasi Pencariannya

Bojonegoro (beritajatim.com) - Pencarian terhadap jasad santri Abu Dzarin, Khoirur Rozak (17) yang tenggelam di Sungai Bengawan Solo, turut Desa Tulungrejo, Kecamatan Trucuk, siang tadi menjadi tontonan warga. Warga yang penasaran satu per satu memenuhi tepian bengawan.

Pencarian dilakukan dengan menggunakan dua perahu karet milik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bojonegoro. Selain itu juga menggunakan perahu kecil milik Polres Bojonegoro. Hingga petang ini jasad santri kelas 2, MA Abu Dzarin itu belum ditemukan.

Lokasi tenggelamnya bocah asal Desa Bangilan, Kecamatan Kapas yang berdekatan dengan penambangan perahu penyeberangan penghubung Desa Ngulanan dengan Trucuk sehingga membuat warga semakin banyak yang melihat proses pencarian. "Penasaran proses pencariannya seperti apa," ujar Dinal, pemuda asal Kelurahan Jetak.

Semakin sore, warga terus berdatangan. Mereka melihat proses pencarian yang dilakukan Tim SAR dari tepian sungai. Beberapa orang mengajak anaknya duduk di rumput yang tumbuh hijau di tepi sungai. Mereka berteduh di pepohonan dan semak yang agak tinggi untuk melindungi dari sinar matahari yang panas di musim kemarau.

Kondisi air yang surut dan permukaan yang terlihat tenang tidak menjadi jaminan korban segera ditemukan. Sebab, kondisi arus di dasar sungai masih mengalir deras. Beruntung, kondisi yang cerah sehingga memperlancar pencarian. "Arus di bawah masih deras," kata salah satu Tim SAR BPBD Bojonegoro, Taufan.

Sekadar diketahui, sebelum tenggelam, seorang santri bernama Khoirur Rozak  bersama dengan lima orang temannya sedang mencuci jerohan hewan kurban. Santri dari Pondok Pesantren Abu Dzarin, Kendal, Desa Sumbertlaseh, Kecamatan Dander, itu hanyut ke sungai sekitar pukul 12.20 WIB.

Menurut cerita temannya, dia saat itu sedang berusaha menyelamatkan dua orang temannya yang terpeleset dan hampir tenggelam. Namun, setelah kedua temannya itu berhasil selamat justru dia yang kemudian tenggelam dan tidak terselamatkan. Jasadnya kini masih dalam pencarian. [lus/but]

Komentar

?>