Senin, 22 Oktober 2018

Santri Tenggelam saat Cuci Hewan Kurban di Bengawan Solo

Jum'at, 01 September 2017 18:38:15 WIB
Reporter : Tulus Adarrma
Santri Tenggelam saat Cuci Hewan Kurban di Bengawan Solo

Bojonegoro (beritajatim.com) - Seorang santri bernama Khoirur Rozak (17) asal Desa Bangilan, Kecamatan Kapas, Kabupaten Bojonegoro tenggelam di Sungai Bengawan Solo, Jumat (1/9/2017).

Santri dari Pondok Pesantren Abu Dzarin, Kendal, Desa Sumbertlaseh, Kecamatan Dander, itu hanyut ke sungai terpanjang di Pulau Jawa saat mencuci jerohan hewan kurban. Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 12.20 WIB.

Menurut keterangan saksi, Kusnan, saat itu korban bersama dengan lima orang temannya sedang mencuci jerohan hewan kurban di tepian Sungai Bengawan Solo ikut Desa Tulungrejo, Kecamatan Trucuk. Tiba-tiba dua temannya terpeleset dan berusaha diselamatkan korban.

"Saat menyelamatkan dua temannya ini, justru dia yang kemudian tenggelam," ujarnya.

Jasadnya kini masih dalam proses pencarian Tim SAR, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Polres Bojonegoro, beserta warga setempat. Pencarian dilakukan dengan berbagai cara. Seperti penyelaman, pengayaan juga penyisiran sekitar lokasi.

PLT Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Bojonegoro, Andik Sudjarwo turut dalam proses pencarian jasad korban. Air sungai yang bermuara di Gresik itu terlihat tenang di permukaan. Kondisi sungai juga sedang surut karena musim kemarau.

"Tapi, di bawah arus masih deras," terangnya. Di lokasi kejadian, kondisinya tepat berada pada beronjong pemecah arus. Juga dasar sungai di lokasi juga masih dalam. [lus/but]

Komentar

?>