Sabtu, 16 Desember 2017

Astaga, Leher Nyaris Putus, Kakek Ini Jadi Korban Pembunuhan

Senin, 28 Agustus 2017 14:10:09 WIB
Reporter : Shohibul Hujjah
Astaga, Leher Nyaris Putus, Kakek Ini Jadi Korban Pembunuhan

Pasuruan (beritajatim.com) - Jasad seorang kakek berusia 63 tahun ditemukan warga di sebuah semak-semak di Desa Kedung Boto, Kecamatan Beji, Kabupaten Pasuruan. Diduga kuat kakek ini menjadi korban pembunuhan sadis.

Pasalnya, pada saat ditemukan warga kondisi jasad kakek ini sangat mengenaskan. Bahkan, lehernya nyaris terputus hingga mengeluarkan darah segar.

Berdasarkan data yang dihimpun beritajatim.com, kakek ini diketahui bernama Sudarmaji, (63) warga Kelurahan Dermo, Kecamatan Beji, Kabupaten Pasuruan. Mayat kakek ini ditemukan oleh seorang warga yang saat itu tengah mencari burung di lokasi penemuan mayat tersebut.

“Tadi ada orang yang sedang mencari burung. Lalu ia dikejutkan denhan adanya sesosok mayat yang tergeletak di semak-semak tersebut. Ia lantas kemudian melaporkan temuannya itu ke perangkat desa dan dilanjutkan ke pihak kepolisian," ucap Jaenuri, salah seorang warga kepada beritajatim.com, Senin (28/8/2017).

Sementara warga sekitar yang mendengar adanya penemuan mayat ini langsung berdatangan ke lokasi, guna melihat lebih dekat mayat pria yang sudah lanjut usia tersebut. Dan tak lama kemudian petugas kepolisian setempat langsung datang ke lokasi guna mengevakuasi jasad kakek tersebut, untuk kemudian dibawa ke Rumah Sakit Brimob Watukosek.

"Untuk dugaan sementara, mayat ini diperkirakan baru saja dibunuh. Sebab kalau melihat kondisinya di leher korban masih mengalir darah segar," ujar Waka Polres Pasuruan, Kompol Herlina kepada sejumlah wartawan.

Selain itu, Wakapolres juga menambahkan bahwa selain leher korban yang nyaris putus, kepala korban juga pecah dan bahkan mata sebelah kirinya juga pecah. Diduga kuat mayat tersebut dibunuh dengan cara direncanakan. "Ada sejumlah barang bukti yang sudah kami amankan. Diantaranya yaitu 2 botol air mineral, susu cair dalam kemasan, dan juga baju milik korban," tutupnya. (oci/kun)

Komentar

?>