Minggu, 17 Desember 2017

Ribuan Petani Tebu Akan Demo Istana Presiden

Sabtu, 19 Agustus 2017 22:25:57 WIB
Reporter : Brama Yoga Kiswara
Ribuan Petani Tebu Akan Demo Istana Presiden

Malang (beritajatim.com) - Jika tidak ada halangan, ribuan petani tebu yang tergabung dalam Andalan Petani Tebu Rakyat Indonesia (APTRI) akan menggelar aksi demo dengan mengepung kawasan istana Kepresidenan  di Jakarta, Rabu (28/8/2017) mendatang.

Hal itu seperti dijelaskan salah seorang pengurus APTRI  Sabtu (19/8/2017) malam. Informasi nya,  lokasi demo bakal digelar di depan gedung istana Kepresidenan RI. Tepatnya di depan kantor Kementrian Perdagangan dan BUMN. Demo tersebut sesuai keputusan rapat di hotel Bidakara Surabaya, yang dihadiri seluruh perwakilan petani Tebu seluruh Indonesia, termasuk DPC dan DPD dari Pabrik Gula (PG) di Jawa dan  lainnya baik milik BUMN dan swasta.

Beberapa tuntutan yang disuarakan dalam aksi demo nanti adalah, APTRI minta kebijakan pemerintah agar berpihak pada petani tebu dengan cara : meningkatkan HET gula dari Rp. 12.500 menjadi Rp. 14.000.

HPP dari Rp.9.100 menjadi Rp. 11.000 atau pembelian Rp. 11.000/Kg. Gula import tidak beredar di pasaran konsumsi, mewujudkan revitalisasi PG BUMN dan tidak menutup PG yang ada sebelum pemerintah membuat PG baru serta menagih janji rendemen 8.5% tahun 2017 sesuai yang dijanjikan.

Ketua Pusat Koperasi Primer Tebu Rakyat (PKPTR) Malang Raya KH.Hamim Kholili,  Sabtu (19/8/2017) memberikan dukungan dan apresiasi. Pria yang akrab dengan sapaan Gus Hamim ini menjelaskan, aksi tersebut sebagai bentuk advokasi APTRI atas kepentingan petani tebu yang pada saat ini mengalami kerugian. Salah satunya dengan rendahnya harga gula serta penurunan produktifitas tebu akibat cuaca ekstrim di tahun 2016 dan juga membanjirnya gula impor di pasaran sehingga gula lokal susah dipasarkan.

"Kami juga memberikan apresiasi pada Pemerintah dan APTRI yang telah membuat kesepakatan dengan menunjuk Bulog untuk melakukan pembelian gula petani dengan harga Rp. 9.700 perkilogram, itu sebagai satu langkah terobosan pembelian gula petani yang tidak laku dijual. Walaupun harga tersebut belum sesuai yang diharapkan karena HPP gula sudah mencapai Rp. 11.000 dengan kalkulasi petani mendapatkan untung dan bebas PPN 10 persen,” ungkap Gus Hamim. (yog/kun)

Komentar

?>