Rabu, 23 Agustus 2017

Ladalah.. Jemaah Haji Bawa Ratusan Slop Rokok, Ini Alasannya

Minggu, 13 Agustus 2017 23:10:55 WIB
Reporter : Fahrizal Tito
Ladalah.. Jemaah Haji Bawa Ratusan Slop Rokok, Ini Alasannya

Surabaya (beritajatim.com) - Pergi ke tanah suci harusnya hanya menjalankan ibadah haji. Tapi tidak dengan delapan orang calon haji (Calhaj) dari kelompok terbang (Kloter) 51 dan 52 asal kabupaten Probolinggo, Jawa Timur ini.

Dengan dalih mendapat pesanan dari saudaranya yang menjadi pekerja di Arab, mereka rela tak menggubris imbauan panitia haji. Malah memenuhi tasnya dengan ratusan slop rokok, obat kuat, suplemen kesehatan dan jamu herbal.

Diketahuinya barang-barang titipan itu setelah masuk dalam pemeriksaan X-Ray. Sehingga delapan koper berdaya tampung 32 kilogram yang seharusnya berisikan perlengkapan haji atau pakaian itu, disita oleh petugas Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) embarkasi ​Surabaya. Minggu (13/8/2017).

Ahmad Hamka, salah seorang petugas pemeriksaan PPIH Embarkasi Surabaya mengatakan bahwa berdasarkan peraruran, barang-barang bawaan mereka itu melebihi ketentuan dan barang-barang kebutuhannya yang seharusnya dibawa malah tidak ada sama sekali di dalam koper.

"Delapan tas ini dipisahkan karena saat dilihat menggunakan mesin X-Ray terpindai berisi barang-barang mencurigakan, dan setelah dibuka atai diperiksa ternyata penuh dengan rokok semua," terangnya.

Setelah diperiksa, tas itu dipisahkan dan pemilik barang dipanggil untuk menyaksikan pembongkaran koper yang dilakukan oleh petugas. Begitu dibongkar, isinya cukup mencengangkan.

Masing-masing koper berisi penuh rokok. Hanya beberapa barang lain ditemukan dalam jumlah sedikit, seperti baju dan sandal. Ada juga satu koper yang berisi obat-obatan dalam jumlah lebih, termasuk obat kuat.

"Jemaah pemilik barang sepertinya berupaya menyembunyikan rokok yang mereka bawa. Karena saat pembongkaran ternyata ratusan slop rokok itu sudah dikemas dan tertata dengan rapi. Ada yang dibungkus dengan kartus tebal dan dilapisi kertas koran dan disolasi," urainya.

Selain itu, pada pengamatan beritajatim.com di gudang pemeriksaan tas. Ada juga yang bermodus lain, yakni rokok-rokok itu ditata satu-satu hingga membentuk formasi segi empat selebar keramik kecil. Rokok itu lalu dibungkus kertas karton putih rekat-rekat. "Ada juga seperti bentuk pigora dan di taruh di bawah kain pelapis tas dan kemudian ditutupi dengan barang lain seperti baju dan sandal. Cara mengemasnya itu lho, sangat canggih bener," paparnya.

Bahkan ada yang terang-terangan. Sekoper penuh milik jemaah berisi kotak-kotak koran yang didalamnya tersembunyi berbungkus-bungkus rokok.

Sementara​ itu, Muradin bin Arbani salah satu Calhaj pembawa ratusan rokok itu, mengaku bahwa rokok-berpuluh bungkus itu akan dipakai sendiri. Tetapi petugas tidak percaya karena jumlah rokok terlalu banyak untuk disedot seorang diri. "Dijual kemana di sana, saya ini merokok," terang Calhaj asal Gili Ketapang.

Barang-barang yang disita petugas itu, dirinya mengaku kalau dirinya membeli rokok, jamu  dan lain-lainnya itu menghabiskan biaya Rp 2 juta. "Satu koper itu saya belanja habis Rp 2 juta tapi disita, tidak papalah kan musim haji jadi harus sabar," katanya.

Setelah dihitung, petugas memasukkan kembali rokok ke dalam koper sesuai jumlah yang diperbolehkan, yakni dua slop. Sisanya disita.

"Setiap manasik haji kami menyampaikan agar tidak membawa rokok atau barang berlebihan. Tapi bagaimana lagi seperti ini," kata H Santoso, Kepala Kantor Kementerian Agama Probolinggo. [ito/but]

Tag : haji

Komentar

?>